Ilustrasi (Dok/JIBI/SOLOPOS)
Kamis, 10 Agustus 2017 20:45 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

Sekolah NU di Boyolali Tetap Terapkan 6 Hari Sekolah

NU Boyolali menegaskan akan tetap menerapkan enam hari sekolah.

Solopos.com, BOYOLALI–Sekolah milik Nahdlatul Ulama (NU) di Boyolali tetap melaksanakan enam hari sekolah. Sementara itu, Pimpinan Cabang (PC) NU meminta pemerintah melakukan uji coba pelaksanaan lima hari sekolah.

Ketua PC Ma’arif Boyolali, Gunanto menegaskan sekolah setingkat SMA di Boyolali yang berada di bawah Ma’arif tidak ada yang menerapkan kebijakan lima hari sekolah.

Hal ini juga terkait adanya surat PWNU Jawa Tengah Tentang Instruksi Penolakan Kebijakan dan Pemaksaaan Pelaksanaan Lima Hari Sekolah. “Sebenarnya jadwalnya sudah terlanjur lima [dibuat untuk lima hari sekolah], tapi ya saya sampaikan karena institusi tertinggi Pengurus Besarnya menolak, ya kami harus ikuti,” ujar Gunanto, saat dihubungi wartawan, Selasa (8/8/2017).

Menurutnya, di wilayah Boyolali terdapat tujuh sekolah setingkat SLTA yang berada dibawah naungan Ma’arif. sekolah tersebut adalah dua Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan lima Madrasah Aliyah (MA). “Jadi semua sekolah Ma’arif di Boyolali tidak ada yang lima hari sekolah,” tandasnya.

Terpisah, Ketua PCNU Boyolali, Masruri, saat ditemui di Boyolali tidak secara frontal menolak kebijakan pemerintah tersebut. Namun dia meminta kebijakan lima hari sekolah tersebut diuji coba terlebih dahulu.

“Bagi teman-teman NU menolak atau menerima mangga saja. Tapi untuk Boyolali, kalau mau menerapkan ya lebih baik diuji coba dulu selama satu semester. Nanti sesudahnya dikaji bersama-sama, yang dirugikan mana. Apakah dengan lima hari sekolah itu anaknya semakin cerdas atau tidak. Itu kan harus terukur juga,” kata Masruri.

Namun dia juga mengkhawatirkan, dengan penerapan lima hari sekolah justru akan menimbulkan peluang anak untuk lebih banyak bermain di luar rumah pada hari libur Sabtu dan Minggu, bukan bersama keluarga.

Dia mengatakan NU di Boyolali memiliki ratusan sekolah. Bahkan ada juga yang menerapkan full day school, namun tetap enam hari sekolah meski di hari Sabtu hanya sampai siang hari.

“Kami [NU] punya SMK yang dengan enam hari sekolah saja pulangnya sudah jam 16.00 WIB. Kalau itu dibikin lima hari sekolah, terus pulangnya jam berapa? Lebih malam lagi dan itu semakin membebani orang tua siswa karena harus memberikan tambahan uang saku untuk makan,” jelasnya.

 

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…