Suasana operasi gabungan kendaraan angkutan di Jln Daendels, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, pada Kamis (10/8/2017) pagi. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Suasana operasi gabungan kendaraan angkutan di Jln Daendels, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, pada Kamis (10/8/2017) pagi. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 10 Agustus 2017 17:20 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

RAZIA KULONPROGO
19 Kendaraan Angkutan Terjaring Operasi Gabungan

Sebanyak 19 unit kendaraan angkutan terjaring operasi gabungan, di Jln Daendels, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, pada Kamis (10/8/2017) pagi

Solopos.com, BANTUL-Sebanyak 19 unit kendaraan angkutan terjaring operasi gabungan, di Jln Daendels, Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, pada Kamis (10/8/2017) pagi.

Sembilan belas kendaraan yang terjaring itu terdiri dari sembilan kendaraan kelebihan muatan, dua kelebihan dimensi, empat kendaraan kir mati. Selain itu ada dua unit kendaraan tanpa buku uji kir, satu kendaraan dengan sopir yang masa berlaku SIM habis, dan satu tanpa izin trayek.

Para pelanggar langsung ditilang untuk proses sidang di pengadilan. Ia berharap hukuman denda yang diberikan bisa memberi efek jera pada para pelanggar.

Kepala Seksi Pengendalian Lalu Lintas Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Muhammad Yasid menjelaskan, operasi gabungan dilaksanakan di Jln Daendels karena jalur tersebut rawan terjadi pelanggaran kendaraan angkutan. Berada dekat dengan sejumlah sungai, di jalan itu banyak truk melintas yang mengangkut bahan galian C, terutama pasir.

“Truk luar kota yang membawa muatan melebihi tonase kebanyakan juga terjadi di Daendels ini. Kalau banyak kendaraan kelebihan muatan, nanti jalan cepat rusak, selain itu mengancam keselamatan yang bersangkutan maupun pengguna jalan lain,” paparnya, Kamis (10/8/2017).

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP DIY, Nur Hidayat mengungkapkan, operasi gabungan tersebut dilakukan untuk meminimalisir terjadinya gangguan-gangguan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat, agar ke depan DIY bisa lebih aman dan kondusif.

“Harapannya, pola perilaku berlalu-lintas masyarakat juga lebih teredukasi, lebih tertib, dan taat aturan,” ujarnya.

Lowongan Pekerjaan
PT. Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Isu Kemiskinan di Jawa Tengah

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (8/8/2017). Esai ini karya Edy Purwo Saputro, dosen di Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah E.Purwo.Saputro@ums.ac.id.  Solopos.com, SOLO–Pemilihan gubernur Jawa Tengah 2018 telah memanas dengan munculnya sejumlah kandidat dari sejumlah…