Alat berat beroperasi menyediakan lahan untuk prmbangunan jalur ganda (double track) kereta api (KA) di Kampung Margorejo RT 002/RW 010 Kelurahan Gilingan, Banjarsari, Solo, Kamis (10/8/2017). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos) Alat berat beroperasi menyediakan lahan untuk prmbangunan jalur ganda (double track) kereta api (KA) di Kampung Margorejo RT 002/RW 010 Kelurahan Gilingan, Banjarsari, Solo, Kamis (10/8/2017). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)
Kamis, 10 Agustus 2017 15:15 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

PROYEK REL GANDA KAI
Warga Gilingan Solo Berharap Tak Digusur

Proyek rel ganda KAI, warga Gilingan Solo berharap tak digusur.

Solopos.com, SOLO — Warga Kelurahan Gilingan, Banjarsari, Solo, yang menempati lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di bantaran rel KA Stasiun Solo Balapan-Stasiun Solo Jebres berharap tidak digusur jika sampai terdampak pelaksanaan proyek penyediaan jalur ganda (double track) KA oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah Kementerian Perhubungan.

Ketua RT 002/RW 010 Gilingan, Satu Meida Purnomo, 40, menceritakan puluhan warga RW 010 dan RW 013 Gilingan yang menempati lahan PT KAI di bantaran rel KA Stasiun Solo Balapan-Stasiun Solo Jebres telah menghadiri sosialisasi terkait rencana pembangunan double track di Pendapa Kantor Kelurahan Gilingan pada Rabu (9/8/2017) malam.

Dalam sosialisasi tersebut, menurut dia, pejabat Balai terkait menyampaikan permohonan izin kepada warga untuk mengukur kembali lahan di bantaran rel yang dibutuhkan untuk pembangunan double track.

“Pengukuran pernah dilakukan. Namun dalam sosialisasi, pejabat Balai mengutarakan rencana untuk melakukan pengukuran ulang sekaligus mendata warga yang nantinya terdampak pelaksanaan proyek penyediaan double track,” kata Purnomo saat ditemui di sela-sela menyaksikan proses penggalian tanah untuk penyediaan jalur KA Baru di Kampung Margorejo, Gilingan, Kamis (10/8/2017).

Purnomo menerangkan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah dalam melaksanakan proyek pembangunan double track, juga berencana memasang pagar pembatas di sepanjang rel. Menurut dia, warga RT 002/RW 010 Gilingan yang menempati lahan PT KAI khawatir rumah mereka terdampak proyek hingga harus dibongkar.

Purnomo menyebut, warga berharap pihak Balai tetap mengizinkan warga menempati lahan PT KAI meski rumah yang sekarang harus dipapras menyesuikan kebutuhan proyek.

“Petugas sudah membuat tanda batas tanah yang dibutuhkan untuk pelaksanaan proyek di tembok-tembok rumah warga. Jika melihat tanda, tidak semua bagian rumah warga masuk ke dalam lahan yang rencananya digunakan untuk membangun jalur baru dan tembok pembatas. Warga tidak masalah jika rumah harus dipapras. Warga hanya tidak mau jika rumah sampai dibongkar. Warga ingin tetap tinggal di rumah sekarang meski ukurannya lebih sempit,” jelas Purnomo.

Lurah Gilingan, Joko Pratono, mengatakan ada empat wilayah RW di Gilingan yang terdampak pelaksanaan proyek penyediaan double track oleh Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, yakni RW 010, RW 012, RW 013, dan RW 016.

Dia menyampaikan proses pengukuran lahan yang terdampak proyek sudah dikerjakan oleh pihak Balai pada Mei lalu. Joko mengatakan, pihak Balai akan melakukan pengukuran tahap kedua guna memastikan bangunan mana saja yang terdampak hingga harus dibongkar.

Lowongan Pekerjaan
PT. Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Neorevitalisasi Pabrik Gula Colomadu Karanganyar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (7/8/2017). Esai ini karya Dyah S. Pradnya P., dosen di Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah dyah_pradnya@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Kompleks Pabrik Gula Colomadu di Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu,…