Petugas parkir melayani sekaligus menyosialisasikan parkir elektronik di kawasan Jl. Gatot Subroto, Singosaren, Solo, Kamis (10/8/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Petugas parkir melayani sekaligus menyosialisasikan parkir elektronik di kawasan Jl. Gatot Subroto, Singosaren, Solo, Kamis (10/8/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Kamis, 10 Agustus 2017 22:15 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Solo Share :

PERPARKIRAN SOLO
Sepekan Diberlakukan, Parkir E-Money Gatsu Masih Minim Peminat

Perparkiran Solo, parkir e-money di Jl. Gatot Subroto belum terlalu diminati masyarakat.

Solopos.com, SOLO — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sudah sepekan ini menerapkan parkir dengan sistem kartu atau electronic money (e-money) di Jl. Gatot Subroto (Gatsu) kawasan pelataran Singosaren dan ruas simpang empat Singosaren-Hotel Amarelo.

Berdasarkan evaluasi sementara, pengguna jasa parkir di kawasan itu yang memanfaatkan kartu parkir masih sangat minim. “Di sini saja, misalnya, sehari yang bisa bayar pakai kartu paling hanya empat atau lima pengguna jasa parkir,” kata Pengelola parkir di pelataran Singosaren, Erwin Iskandar, saat berbincang dengan Solopos.com, Kamis (10/8/2017). (Baca juga: Begini Mekanisme Parkir E-Money di Jl. Gatsu)

Alhasil, petugas parkir harus melayani sistem parkir elektronik itu namun dengan pembayaran tunai. Mesin electronic data capture (EDC) yang semestinya standby di kotak mesin parkir terpaksa sering dilepas.

Petugas pemegang EDC tidak hanya yang berjaga di pintu keluar namun harus mulai melayani pengunjung mulai dari pintu masuk area parkir. Petugas harus mencetak kartu parkir yang sudah ditap dengan kartu Brizzi milik petugas, kemudian mencatat pelat nomor kendaraan dan memberikan kartu parkir itu kepada pengunjung.

Lebih merepotkan lagi, kata Erwin, banyak pengunjung yang sering tidak menyadari karcis parkir saat ini menyerupai struk yang keluar dari mesin ATM. Ada logo BRI sebagai salah satu bank yang sudah bekerja sama dengan Pemkot Solo melayani parkir e-money.

“Banyak pengguna jasa yang tahu-tahu sambat karcis parkirnya tak sengaja dibuang, disobek, karena sebelumnya merasa tidak memiliki struk BRI,” tutur Erwin.

Jika terjadi hal demikian, mau tidak mau pengguna jasa parkir harus mengeluarkan STNK dan petugas tidak bisa mencatat tarif progresifnya. Candra, warga Sangkrah, pada Kamis siang, tak sengaja membuang karcis parkir berlogo BRI saat jalan-jalan di Singosaren. “Hla itu tadi karcis parkir ta?” kata dia kepada petugas parkir.

Dia yang merasa tidak pernah bertransaksi di BRI menyobek karcis itu saat sedang jalan-jalan. Menurut Erwin, kasus yang demikian sering ditemui.

“Sehari ini sudah ada delapan pengunjung yang demikian. Jadi belum banyak yang tahu dengan sistem parkir e-money ini. Bahkan tarif progresif saja banyak yang tidak tahu,” kata Erwin.

Dua banner pengumuman pemberlakuan tarif parkir progresif dengan sistem parkir e-money yang dipasang di koridor Gatsu belum efektif menyosialisasikan program tersebut kepada pengguna jasa parkir.

Erwin menyebut parkir e-money tidak secara otomatis merekam jumlah kendaraan yang masuk ke area parkir. Jika ingin mengetahui jumlah kendaraan masuk, petugas harus menghitung karcis parkir yang terkumpul di pintu keluar. “Tapi ini merepotkan sekali.”

Kasi Parkir Umum dan Khusus Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Henry Satrianegara, mengakui banyaknya kendala selama parkir e-money diterapkan di Jl. Gatsu sepekan ini. Dishub akan mengevaluasi lagi program tersebut.

“Dalam waktu sepekan ke depan, kami bersama BRI, pengelola parkir, petugas parkir perwakilan masing-masing shift akan berkoordinasi dan berkomunikasi untuk mengevaluasi parkir e-money ini,” kata Henry.

Dia juga mengakui Pemkot masih harus bekerja keras untuk mengedukasi masyarakat agar program parkir e-money ini bisa berjalan maksimal. “Ya, memang di lapangan yang bersedia bayar pakai kartu masih sangat minim. Kadang ada juga pengunjung yang enggak mau ribet, cuma bayar Rp1.000 saja kok repot-repot pakai kartu,” ujar Henry.

 

SMK MUHAMMADIYAH 04 BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Neorevitalisasi Pabrik Gula Colomadu Karanganyar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (7/8/2017). Esai ini karya Dyah S. Pradnya P., dosen di Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah dyah_pradnya@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Kompleks Pabrik Gula Colomadu di Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu,…