Jemaah ibadah haji melemparkan batu ke pilar perlambang setan di Mina, tak jauh dari kota suci Mekah, Sabtu (4/10/2014). Prosesi lempar jumrah itu mereka lakukan setelah mereka bermalam di padang Arafah yang menasbihkan sahnya ibadah haji. Saat melakukan perjalanan dari Arafah, sebelum tiba di Mina, sekitar 15 km dari arah Padang Arafah lewat tengah malam, para jemaah haji mabit di Muzdalifah, kemudian mengambil batu kerikil untuk melempar jumrah tersebut. (JIBI/Solopos/Reuters/Muhammad Hamed) Jemaah haji melempar jumrah, Sabtu (4/10/2014). (JIBI/Solopos/Reuters/Muhammad Hamed)
Kamis, 10 Agustus 2017 00:20 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

PENIPUAN SLEMAN
Calon Jemaah Umrah Dijanjikan Dapat Ganti Rugi Akhir Bulan

Calon jemaah umrah yang bermasalah mendapat titik terang

Solopos.com, SLEMAN — Masih ada tiga laporan oleh calon jemaah haji biro umrah Naja Tour yang sedang diproses di Polres Sleman. Calon jemaah umrah gagal berangkat tersebut dijanjikan akan mendapatkan pelunasan ganti rugi pada akhir Agustus ini.

Baca Juga : PENIPUAN SLEMAN : Ingat, Konsorsium Hanya untuk Haji Khusus, Bukan Umrah

Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Rony Are mengatakan total terdapat enam laporan dugaan penipuan biro umrah.

“Dua sudah dicabut laporannya karena sudah diganti [uangnya], sisanya masih berjalan,” ujarnya, Selasa (8/8/2017).

Empat kasus tersisa terdiri dari tiga laporan atas biro umrah Naja Tour dan satu lagi atas biro umrah yang berlokasi di Sukoharjo, Jawa Tengah. Dikatakan jika salah satu laporan atas Naja Tour sudah masuk tahap pemanggilan saksi hingga tiga orang. Sedangkan dua lainnya masih proses penyidikan awal.

Ketika dikonfirmasi ke kantornya di Ngaglik, Irwan, Kepala Cabang Naja Tour Jogja, mengatakan pihaknya sudah melakukan proses penyelesaian berupa pemberangkatan yang dijadwal ulang dan janji pengembalian uang.

“Ada hampir separuh[dari 80 calon jemaah yang tertunda] akan direfund sampai Agustus tenggat paling lambat” ujarnya.

Ia mengatakan rentang waktu penggantian dana tersebut memang dibutuhkan untuk mengumpulkan dana ganti rugi sebesar kurang lebih Rp1 miliar. Pihaknya mengakui tidak mampu jika harus mengembalikan keseluruhan dana sekaligus. Rombongan yang gagal ini sendiri terdiri dari tipe umrah dengan biaya berkisar Rp21juta sampai Rp27 juta.

Selain itu, dijelaskan ada sekitar 50 calon jemaah yang sempat tertunda sudah diberangkat ulang. Pemberangkatan tersebut mulai dilakukan sejak Maret hingga akhir Juni lalu dalam rombongan yang terpisah-pisah. Pemberangkatan susulan, tambah Irwan, memang relatif lebih mudah dilakukan pihaknya dibandingkan mengganti dana yang sudah disetorkan sehingga didahulukan.

Terkait laporan di kepolisian, ia mengakui memang sedang mengikuti proses. Namun, berdasarkan kesepakatan antara penyidik, pemilik biro, dan calon jemaah yang dirugikan, pelapor tersebut akan mencabut laporannya setelah uangnya rampung diganti. Bahkan, ia menyebut salah satu pelapor sebenarnya sudah menerima dananya kembali hingga separuhnya.

Kesepakatan ini sebenarnya sudah disampaikan dalam pertemuan yang digelar awal April lalu menanggapi gagalnya rombongan tersebut berangkat umrah. Sejumlah pelapor ini dikatakan merupakan calon jemaah yang tak sepakat dalam pertemuan yang juga dihadiri pihak kepolisian ini.

Irwan menguraikan 80 calon jemaah tersebut gagal berangkat umrah karena permasalahan visa. Akibatnya, tiket yang sudah dibeli hangus dan rombongan batal berangkat. Biro yang berkantor pusat di Solo, Jawa Tengah ini mengaku belum pernah ada kasus serupa yang terjadi selama empat tahun masa operasinya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I DIY, Didik Hetu mengatakan belum ada laporan mengenai biro umrah di Sleman.

“Belum ada, yang diblacklist hanya First Travel,” ujarnya. Ia mengatakan masyarakat harus cermat memilik biro umrah yang berizin dari kemenag wilayah masing-masing. Tujuannya guna menghindari penyelewengan izin umrah menjadi bekerja.

Lowongan Pekerjaan
PT. GITA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Seni Rupa Solo dan Melindurisme

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (5/8/2017). Esai ini karya Halim H.D., seorang networker kebudayaan yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah halimhade@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Cara paling gampang untuk mengingat, apalagi dalam bentang sejarah, lihat saja jejak yang besar….