Mobil Ford Viesta milik Maryanto yang dipecah kacanya oleh pelaku pencurian saat diparkir di depan Kecamatan Panggang pada Selasa (2/5/2017). (Foto Istimewa) Mobil Ford Viesta milik Maryanto yang dipecah kacanya oleh pelaku pencurian saat diparkir di depan Kecamatan Panggang pada Selasa (2/5/2017). (Foto Istimewa)
Kamis, 10 Agustus 2017 16:35 WIB Akhmad Ludiyanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PENCURIAN BOYOLALI
Pencuri Bermodus Pecah Kaca Mobil Bawa Lari Rp137 Juta

Pencurian Boyolali, pencuri bermodus pecah kaca mobil menggasak Rp137 juta.

Solopos.com, BOYOLALI — Pencuri menggasak uang tunai sekitar Rp137.000.000 di dalam mobil milik Sofia Fitrianingsih, 32, di Jl. Jambu, Siswodipuran, Kecamatan Boyolali Kota, Kamis (10/8/2017).

Modusnya, pencuri menggembosi ban mobil korban kemudian saat pengemudi menepi atau menghentikan kendaraannya, mereka memecah kaca mobil dan mengambil tas korban.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan korban, Sofia Fitrianingsih, baru saja mengambil uang Rp125.000.000 dari sebuah bank di Boyolali. Sofia kemudian mengemudikan Toyota Altis miliknya menuju rumahnya di Randusari, Teras, Boyolali.

Sesampainya di bangjo Lodalang sekitar pukul 09.30 WIB, Sofia diperingatkan pengendara sepeda motor bahwa salah satu ban mobilnya gembos. Merespons peringatan itu, Sofia berjalan perlahan dan mencari tempat untuk memeriksa kondisi ban.

Lalu dia menepikan mobil di sekitar Nina Lugas Make Up Gallery di jalan yang sama sekitar 100 meter dari bangjo. Sofia memeriksa ban dan masuk ke dalam galeri itu meninggalkan tas berisi uang Rp125.000.000 dari bank dan Rp12.000.000 lainnya di dalam mobil.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara benda pecah dari mobilnya. Ternyata, seseorang memecah kaca kiri depan mobilnya dan melarikan diri bersama seorang rekannya mengendarai sepeda motor ke arah timur.

Setelah dicek, tas berisi uang tersebut sudah raib dibawa dua orang tersebut. TM, pemilik konter di sekitar lokasi mengatakan ada seorang ibu-ibu yang mobilnya baru saja jadi korban pencurian.

“Pas kejadian saya tidak melihat. Tapi memang ada ribut-ribut dan saya keluar ada ibu-ibu katanya mobilnya dibobol maling dan uang di dalamnya dicuri,” ujarnya saa ditemui Solopos.com di lokasi.

Seorang warga lain yang enggan menyebut namanya mengatakan hal senada. “Ada ibu-ibu pakai mobil biru berhenti dan parkir di dekat Nina Lugas. Lalu orangnya [korban] masuk ke galeri dan keluar lagi melihat kaca mobilnya sudah pecah dan barangnya diambil pencuri.”

Sementara itu, saat ditemui di Ruang SPK Mapolres Boyolali, Sofia enggan memberikan komentar kepada wartawan. Kasatreskrim AKP Miftakul Huda mewakili Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi mengatakan masih menyelidik kasus pencurian bermodus pecah kaca mobil tersebut.

Selain itu, dia juga berkoordinasi dengan polres se-Soloraya soal kemungkinan terjadinya kasus serupa di wilayah mereka. “Pelaku masih kami lakukan penyelidikan. Kami koordinasikan dengan rekan-rekan Polres terdekat tentang modus pelaku di wilayah lain,” ujarnya kepada Solopos.com melalui pesan singkat.

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…