ilustrasi (google.img)
Kamis, 10 Agustus 2017 09:55 WIB Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

PENCABULAN BANTUL
Tetangga Ikut Keterangan Soal Perilaku Pelaku Sodomi yang Tak Lazim

Pencabulan Bantul, tujuh anak jadi korban.

Solopos.com, BANTUL — Seorang tukang becak berinisial KW (44) alias Penjol warga Jetis, Bantul diduga menyodomi tujuh bocah dibawah umur. Dugaan itu bermula saat dua korban yakni DN (14) dan HM (11) bersama orangtua mereka melapor ke Polsek Jetis. Akhirnya pada Selasa (8/8/2017) sekitar pukul 03.00 WIB, KW berhasil diamankan setelah jadi bulan-bulanan massa yang marah.

Baca Juga : PENCABULAN BANTUL : Tukang Becak Diduga Sodomi Tujuh Bocah

Paska-ditangkapnya pelaku oleh polisi, warga sempat bermusyawarah dan memutuskan untuk menolak pelaku kembali ke kampung. Salah satu warga, Gunardi menyebut seluruh warga sudah membuat pernyataan dengan tandatangan di atas materai tentang penolakan tersebut. Sebab menurutnya perilaku Penjol sudah sangat meresahkan.

Sementara itu, tetangga Penjol, Wulan mengaku sempat melihat perbuatan cabul tersangka. Pada hari Minggu (6/8/2017) siang, dia melihat Penjol mendekap seorang anak laki-laki dan dipepet ke tembok rumah. Wulan sempat curiga melihat perbuatan di rumah Penjol tersebut. Pasalnya meskipun pelaku dan korban masih berpakaian lengkap, tetapi Penjol terlihat melakukan tindakan yang mencurigakan.

Kecurigaannya semakin memuncak saat melihat korban pada sore hari. Sepulang dari rumah Penjol, Wulan mengaku melihat korban sesekali memegang area pribadi di tubuhnya dan melakukan tindakan tak lazim.

Namun di hadapan polisi, Penjol yang telah ditetapkan menjadi tersangka membantah semua tudingan yang dialamatkan kepadanya.

“Saya tidak pernah melakukan pencabulan itu. Saya hanya main gendhong-gendhongan, tidak sampai mencabuli,” ujarnya.

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…