Pedagang menyelamatkan barang dagangan setelah tokonya yang berada pertokoan Kanjengan, kawasan Pasar Johar Semarang, Sabtu (18/6/2016), terbakar. (Insetyonoto/JIBI/Semarangpos.com) Pedagang menyelamatkan barang dagangan setelah tokonya yang berada pertokoan Kanjengan, kawasan Pasar Johar Semarang, Sabtu (18/6/2016), terbakar. (Insetyonoto/JIBI/Semarangpos.com)
Kamis, 10 Agustus 2017 22:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PASAR TRADISIONAL SEMARANG
Pemkot Ultimatum Pedagang Kanjengan Semarang

Pasar tradisional Kanjengan Semarang diminta pemerintah kota setempat kosong pertengahan Agustus 2017 ini.

Solopos.com, SEMARANG — Pemerintah Kota Semnarang melalui Dinas Perdagangan Kota Semarang memberikan ultimatum kepada para pedagang Pasar Kanjengan Blok C dan D untuk mengosongkan tempat mereka berdagang selambat-lambatnya pertengahan Agustus 2017. Batas waktu itu diberikan dengan alasan demi kelancaran proyek revitalisasi Pasar Johar.

“Pembongkaran rencananya dilakukan akhir Agustus ini. Dari pengadilan juga sudah menandai bangunan yang dibongkar,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di Semarang, Rabu (9/8/2017).

Pasar Kanjengan merupakan satu kesatuan dengan kompleks Pasar Johar yang akan direvitalisasi, selain Pasar Johar Tengah, Pasar Johar Utara, Pasar Johar Selatan, Pasar Yaik Permai, dan Pasar Yaik Baru. Fajar memastikan seluruh pedagang mendapatkan tempat di relokasi, termasuk pedagang pancakan yang akan ditempatkan di Lapak Sementara Pasar Johar Blok F karena model dagangannya tidak memerlukan tempat berteduh.

“Yang jelas, kami sudah siapkan antisipasi dampak sosialnya dengan menyediakan tempat relokasi. Dari pengadilan sudah pula mengirimkan surat pada pedagang untuk segera mengosongkan bangunan,” katanya.

Sementara itu, Rabu ini, rombongan Komisi B DPRD Kota Semarang juga melakukan tinjauan di Lapak Sementara Pasar Johar yang disiapkan untuk tempat relokasi bagi para pedagang di Pasar Kanjengan Semarang. Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Agus Riyanto Slamet yang memimpin rombongan mengatakan penolakan pedagang Pasar Kanjengan untuk pindah mendapatkan perhatian serius dari kalangan legislatif.

“Makanya, kami cek kondisi tempat relokasi yang disiapkan Dinas Perdagangan. Ternyata, tempatnya masih mencukupi. Bahkan, masih ada tempat kosong untuk para pedagang di Pasar Kanjengan,” katanya.

Diakuinya, lapak di tempat relokasi memang lebih kecil luasannya dibandingkan kios pedagang di Pasar Kanjengan karena hanya berukuran 2×1,5 meter, namun harus dimaklumi karena memang sifatnya sementara. “Namanya juga tempat relokasi sementara. Paling di tempat ini (relokasi, red.) hanya sampai 2-3 tahun. Setelah Pasar Johar selesai dibangun, pedagang akan kembali menempati di pasar yang sudah baru,” katanya.

Oleh karena itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta kesediaan pedagang untuk pindah ke tempat relokasi yang sudah disediakan untuk memperlancar pembangunan Pasar Johar baru. Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kota Semarang, dari 67 pedagang di Pasar Kanjengan Blok C dan D, sudah ada 34 pedagang yang mengambil undian lapak untuk kesiapan pindah ke tempat relokasi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…