Sampah berserakan hingga ke jalanan menuju kawasan relokasi pedagang Pasar Johar di dekat Masjid Agung Jawa Tengah (Jateng), Kota Semarang, Jateng. (Facebook.com-Suwito Wito) Sampah berserakan hingga ke jalanan menuju kawasan relokasi pedagang Pasar Johar di dekat Masjid Agung Jawa Tengah (Jateng), Kota Semarang, Jateng. (Facebook.com-Suwito Wito)
Kamis, 10 Agustus 2017 02:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PASAR TRADISIONAL SEMARANG
DPRD Desak Penyelesaian Keluhan Pedagang Johar

Pasar tradisional Johar Semarang menyimpan persoalan yang dikeluhkan pedagang namun tak segera ditangani eksekutif pemkot setempat.

Solopos.com, SEMARANG — DPRD Kota Semarang meminta eksekutif pemerintah kota (pemkot) setempat segera menyelesaikan persoalan yang selama ini dikeluhkan pedagang Pasar Johar di tempat relokasi sementara pasar tradisonal itu.

“Pemerintah Kota Semarang harus segera mencari solusi atas keluhan pedagang di Lapak Sementara Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah [MAJT] Semarang,” kata Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Joko Santoso di Semarang, Selasa (8/8/2017).

Hal tersebut diungkapkan politikus Partai Gerindra tersebut saat menemui para pedagang di lapak sementara pasar tradisonal itu. Pedagang Pasar Johar sebelumnya mendatangi DPRD Kota Semarang untuk beraudiensi mengenai persoalan yang mereka hadapi.

Joko mencontohkan belum adanya alat transportasi menuju tempat relokasi pedagang Pasar Johar sehingga Pemkot Semarang, melalui Dinas Perhubungan dan Dinas Perdagangan Kota Semarang mestinya perlu segera berkoordinasi.

“Kami minta Dinas Perhubungan dan Dinas Perdgangan segera berkoordinasi menjembatani keluhan pedagang ini. Bagaimana agar angkutan umum bisa masuk ke tempat para pedagang berjualan di lapak sementara,” katanya.

Belum lagi soal makin habisnya para pedagang tingkat eceran di lapak sementara Pasar Johar akibat tidak kuat bertahan dengan kondisi pasar tradisonal yang relatif sepi dan kalah bersaing dengan pedagang tingkat grosir. “Sembari menunggu Pasar Johar baru selesai dibangun, kesejahteraan pedagang juga harus diperhatikan dan dicarikan solusi atas masalah yang mereka hadapi,” pungkas Joko.

Sementara itu, Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Rayon Pasar Johar Surahman mengatakan sebenarnya ada banyak persoalan yang selama ini dikeluhkan pedagang, salah satunya akses transportasi. “Kami ke sini hanya sekadar menanyakan bagaimana tanggapan dewan, seperti jalan tembus dari Jolotundo. Pedagang kan ingin supaya semua angkutan umum bisa masuk ke tempat relokasi,” katanya.

Ia mengatakan pihaknya pernah menyampaikan keluhan-keluhan tersebut kepada Pemkot Semarang tetapi belum ada tindak lanjut sehingga mendatangi legislatif untuk menanyakan perkembangannya. Selain itu, kata dia, pedagang meminta pembangunan Pasar Johar baru segera dimulai dan tidak mengalami keterlambatan, sebab jika terlalu lama akan mempengaruhi kondisi pedagang.

“Begini, kondisi teman-teman kami yang (pedagang, red.) eceran di tempat relokasi sangat memprihatinkan. Dari sekitar 800 pedagang, sekarang hanya sekitar 60 pedagang eceran yang masih bertahan,” katanya. Apabila kondisi penampungan sementara pedagang Pasar Johar dibiarkan seperti itu, lanjut Surahman, dikhawatirkan para pedagang pasar tradisional itu tidak akan bisa masuk atau berdagang lagi jika Pasar Johar Baru Semarang sudah rampung dibangun karena mereka kehabisan modal.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Pendidikan yang Memerdekakan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (21/8/2017). Esai ini karya Mohamad Ali, Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta dan pengasuh Perguruan Muhammadiyah Kota Barat, Solo. Alamat e-mail penulis adalah ma122@ums.ac.id. Solopos.com, SOLO–Memasuki umur 72 tahun kemerdekaan…