Seorang pembeli memilih dagangan dilapak pedagang sembako di Pasar tradisional Piyungan. Pada hari pertama berlakunya harga baru BBM, sejumlah harga kebutuhan pokok untuk non-pabrikan sudah mulai berguguran seperti sayuran, daging, telur, beras dan cabai. (JIBI/Harian Jogja/Endro Guntoro) Ilustrasi aktivitas pedagang di pasar tradisional. (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Kamis, 10 Agustus 2017 15:55 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PASAR TRADISIONAL JOGJA
Kapankah Pembelian Lahan Terealisasi?

Pasar tradisional Jogja dilindungi dengan cara pengadaan lahan yang jelas.

Solopos.com, JOGJA — Pemerintah Kota Jogja berencana membeli lahan untuk memindahkan pasar tradisional yang alas haknya masih menyewa. Hal itu untuk menghindari agar tidak terjadi persoalan soal alas hak pasar.

Baca Juga : PASAR TRADISIONAL JOGJA : Pemkot Akan Beli Lahan untuk Pasar

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Jogja, Hari Setya Wacana berujar rencana pengadaan lahan pasar itu akan diupayakan pada APBD Perubahan. Namun jika APBD Perubahan tidak memungkinkan, maka akan dianggarkan pada 2018 mendatang karena pengadaan lahan harus didahului pengajuan proposal dari dinas terkait dan penghitungan apraisal.

“Padahal pembahasan APBD Perubahan 2017 dimulai akhir bulan ini,” terang dia, Rabu (9/8/2017).

Selain itu, untuk pasar yang lahannya memanfaatkan Sultan Grond (SG), Hari menegaskan Pemerintah Kota Jogja akan mengajukan permohonan hak pinjam pakai jika belum memiliki kekancingan dan mengajukan perpanjangan kekancingan pinjam pakai setiap masa berlakunya habis.

Sebelumnya soal pendataan kembali pasar tradisional itu ditekankan oleh Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi. Heroe tidak ingin kejadian yang menimpa eks Pasar Kembang terjadi di pasar tradisional lainnya.

Sekadar diketahui Pasar Kembang sudah dihapus dari daftar pasar tradisional. Pasar yang ada di selatan Stasiun Tugu tersebut kini dimbil lahannya oleh PT.Kereta Api Indonesia (KAI) karena KAI memiliki hak guna kekncingan dari Kraton pada 2015 lalu. Bekas Pasar Kembang akan ditata ulang menjadi halaman muka stasiun.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…