Pada malam hari, kios pakaian murah yang ada di Pasar Klithikan Pakuncen selalu ramai pembeli yang kebanyakan anak muda, Selasa (8/8/2017). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja) Pada malam hari, kios pakaian murah yang ada di Pasar Klithikan Pakuncen selalu ramai pembeli yang kebanyakan anak muda, Selasa (8/8/2017). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 10 Agustus 2017 02:22 WIB Holy Kartika N.S./JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PASAR TRADISIONAL JOGJA
Berburu Sandang Murah di Klithikan Pakuncen

Pasar tradisional Jogja, Klithikan juga menjual aneka busana

Solopos.com, JOGJA — Pasar Klithikan Pakuncen tak hanya dikenal sebagai pasar barang bekas dan onderdil, tetapi juga dikenal sebagai pasar grosir produk fashion. Setiap malam pasar ini selalu ramai menjadi rujukan mahasiswa dan pelajar yang mencari sandang murah dan modis.

“Kalau malam hari, biasanya pembelinya lebih ramai. Beda dengan siang hari, cenderung sepi pengunjung,” ujar Wafa, pemilik Galaxy Fashion ditemui Harian Jogja di Pasar Klithikan Pakuncen, Selasa (8/8/2017).

Los produk fashion di pasar ini terletak di bagian belakang pasar yang berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto, Kelurahan Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan, Jogja. Sejak direvitalisasi, pasar ini lebih tertata dengan baik, khususnya pengelompokkan komoditas yang dijual di pasar tersebut.

Wafa mengaku sudah mulai berjualan baju di pasar ini sejak 2008. Saat itu, pasar ini masih belum tertata dengan baik. Sejak direvitalisasi dan dibuka kembali, pasar tersebut semakin ramai pembeli.

“Jadi semakin ramai sekarang ini. Kalau dulu, baju dan onderdil bisa jadi satu lapak, jadi membuat pembeli tidak nyaman beli,” ungkap Wafa.

Wafa mengungkapkan kebanyakan pembeli sandang-sandang murah di pasar ini adalah anak muda, mulai dari pelajar hingga mahasiswa. Anak muda biasanya akan mencari baju-baju distro yang harganya lebih miring dibandingkan di toko. Selain itu, model baju yang dicari juga tidak kalah dengan yang dijual di outlet-outlet distro.

“Biasanya anak muda cari kaus-kaus distro. Ada juga kemeja flanel, karena harganya juga lebih murah dari pada beli di toko,” jelas Wafa.

Kebanyakan produk pakaian yang ada di pasar ini diambil para pedagang dari Pasar Tanah Abang, Jakarta. Maka tidak heran, jika saat memasuki pasar ini, pengunjung akan merasa berada di pusat perdagangan pakaian dan tekstil terbesar di Indonesia bahkan Asia.

Toro, pedagang baju lainnya di Pasar Klithikan Pakuncen ini juga menambahkan sebagian besar pelanggannya adalah pelajar dan mahasiswa. Umumnya mereka mencari sandang dengan harga yang sesuai dengan budget.

“Harganya macem-macem, tergantung barangnya juga. Memang lebih murah, biasanya kisaran harga untuk kemeja Rp90.000 an, sampai Rp100.000. Selain itu, masih bisa nawar juga,” kata Toro.

lowongan pekerjaan
BMT ALFA DINAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…