Delegasi dari FP UNS Solo berhasil meraih predikat sebagai Penyaji Makalah Terbaik dalam 5th Asian Academic Society International Conference (AASIC) yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia (Permitha) di Khon Kaen University, Thailand, Senin-Selasa (26-27/7/2017). (Istimewa/Humas UNS Solo) Delegasi dari FP UNS Solo berhasil meraih predikat sebagai Penyaji Makalah Terbaik dalam 5th Asian Academic Society International Conference (AASIC) yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia (Permitha) di Khon Kaen University, Thailand, Senin-Selasa (26-27/7/2017). (Istimewa/Humas UNS Solo)
Kamis, 10 Agustus 2017 17:15 WIB Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos Pendidikan Share :

MAHASISWA BERPRESTASI
Tim FP UNS Solo Jadi Penyaji Makalah Terbaik di Thailand

Mahasiswa berprestasi dari UNS Solo dinobatkan menjadi penyaji makalah terbaik.

Solopos.com, SOLO — Delegasi dari Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (FP UNS) Solo dinobatkan menjadi Penyaji Makalah Terbaik dalam konferensi internasional bertajuk 5th Asian Academic Society International Conference (AASIC) yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia (Permitha) di Khon Kaen University, Thailand.

Tim mahasiswa itu terdiri atas Adie Bayu Putra, mahasiswa angkatan 2013 dari Program Studi (Prodi) Agroteknologi, Amirahanin Nafi’ah, mahasiswa angkatan 2013 Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP); dan Ismira Widihastuti, mahasiswa angkatan 2016 Prodi ITP (transfer)

Dalam konferensi yang digelar Senin-Selasa (26-27/7/2017) lalu, mereka bertiga terpilih untuk mempresentasikan tulisan mereka yang berjudul Mocaf, Cornmeal, and Jackbean Flour as a Functional Food to Reduce Rice Consumption in Indonesia.

Amirahanin mengemukakan 5th AASIC merupakan agenda tahunan Permitha. Tahun ini kegiatan itu mengangkat tema Multidisciplinary Perspective of Local Wisdom: Past, Present, and Future of Asia.

AASIC tahun ini dihadiri 99 tim dari 20 perguruan tinggi dari 5 negara yang lolos seleksi dari total 209 pengirim abstrak dari seluruh dunia.

Dia menjelaskan, tulisan yang dipresentasikan delegasi FP UNS dilatarbelakangi tingginya konsumsi beras yang tidak diimbangi dengan produksi beras yang memadai sehingga diperlukan pangan alternatif pendamping beras yaitu beras analog berbahan baku mocaf, tepung jagung dan koro pedang.

Beras analog ini memiliki keunggulan sebagai pangan fungsional dengan indeks glisemik yang rendah dengan kualitas sensori yang masih dapat diterima oleh konsumen.

“Tentunya kami sangat bangga dan syukur atas terpilihnya sebagai  penyaji makalah terbaik dalam konferensi bertaraf internasional tersebut sekaligus mendapatkan penghargaan untuk bidang Food Technology and Engineering,” ujar Amirahanin saat dimintai konfirmasi melalui ponselnya, Kamis (10/8/2017).

Lowongan Pekerjaan
FASHION OUTLET, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…