Harian Jogja/JUMALI Kiper Madiun Putra M Ricky Fajar Hidayat (kuning) berusaha menghalau bola dari gawangnya pada laga melawan PSIM Jogja di lanjutan Grup 5 Liga 2 2017 di Stadion Sultan Agung Bantul, Rabu (9/8) sore.
Kamis, 10 Agustus 2017 14:24 WIB Jumali/JIBI/Harian Jogja Indonesia Share :

LIGA 2
Poin Penuh, Laskar Mataram Menjaga Asa

PSIM Jogja berhasil memenuhi ambisinya meraih poin penuh setelah mengalahkan Madiun Putra dengan skor 2-1 pada lanjutan Grup 5 Liga 2 2017

Solopos.com, BANTUL — PSIM Jogja berhasil memenuhi ambisinya meraih poin penuh setelah mengalahkan Madiun Putra dengan skor 2-1 pada lanjutan Grup 5 Liga 2 2017 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (9/8/2017) sore.

Atas tambahan 3 poin tersebut saat ini PSIM masih berada di posisi 3 klasemen dengan 17 poin dan menjaga asa untuk lolos 16 besar, meskipun sangat tipis.

Tampil dihadapan 10.000 penonton yang memenuhi stadion Sultan Agung Bantul, PSIM langsung tampil menekan sejak menit pertama. Namun demikian ketatnya pertahanan Madiun Putra membuat serangan PSIM selalu kandas saat berhadapan dengan lini belakang Blue Force-julukan Madiun Putra.

PSIM baru membuka keunggulan menjadi 1-0 melalui Krisna Darma Tama pada menit ke-21. Pemain bernomor punggung 9 ini berhasil menjebol gawang M Ricky Fajar Hidayat usai menanduk bola dari umpan Riskal yang menusuk dari sisi kiri pertahanan Madiun Putra. Skor 1-0 untuk PSIM.

Unggul donasi gol tidak membuat serangan PSIM kendor. Beberapa kali serangan sempat dilancarkan oleh Dicky Prayoga yang menyisir dari sisi kiri pertahanan Madiun Putra. Puncaknya, menit ke-34, Rangga Muslim mampu menambah keunggulan menjadi 2-0 untuk PSIM.

Rangga berdiri bebas menanduk bola dari umpan Dicky Prayoga yang menerima tendangan bebas dari Andi Dwi Kurniawan. Skor 2-0 bertahan hingga akhir babak pertama.

Memasuki babak kedua, Madiun Putra melakukan perubahan dengan menarik Alfian Roby dan memasukkan Fikri Imawan. Alhasil pola serangan tim tamu pun mengalami perubahan. Beberapa kali Madiun Putra sempat menguasai permainan dan membuat lini belakang PSIM bekerja keras.

Sial bagi Laskar Mataram-julukan PSIM, menit ke-68, mereka harus bermain dengan 10 pemain, usai wasit Dwi Purba Adi Wicaksana memberikan hadiah kartu merah kepada Raymond Tauntu.

Pemain bernomor 18 tersebut terpaksa harus meninggalkan lapangan karena dianggap menjadi provokator atas keributan pemain. Keunggulan pemain ini pun dimanfaatkan oleh Madiun Putra untuk tampil menekan.

Puncaknya Ivan Febrianto, kiper PSIM harus memungut bola dari jalanya setelah tendangan Fikri Imawan pada menit ke-71. Pemain bernomor 21 ini berhasil melakukan tendangan usai menerima bola muntah hasil sundulan dari Edo Pratama. Skor 2-1 pun bertahan hingga akhir pertandingan.

Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto mengaku bersyukur atas kemenangan kali ini. Meski demikian, pelatih asal Magelang ini tidak mengingkari jika dirinya sempat khawatir karena kalah jumlah pemain pada 22 menit terakhir.

“Karena ini cukup menguras energi kami. Kami hanya bisa bertahan dan menunggu karena harus main 10 pemain,” katanya.

Menurut Erwan, pembenahan mental pemain PSIM saat ini wajib dilakukan. Sebab, beberapa kali PSIM gagal meraih poin pada laga tandang.

“Untuk itu kami harus benahi dengan sisa waktu yang ada,” ucapnya.

Sementara pelatih Madiun Putra Sartono Anwar mengaku secara permainan pihaknya kalah dibanding PSIM pada babak pertama. Namun, pada babak kedua, Madiun Putra mampu mengubah keadaan dan mendominasi.

“Kami akui kalah strategi, PSIM memang lebih komplet strategi. Kami akui keunggulan mereka meskipun sedikit dirugikan wasit,” ucapnya.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…