Suporter Pasoepati menyalakan kembang api saat mendukung tim kesayangannya, Persis Solo yang melawan Persik Kediri dalam laga Divisi Utama LPIS di Stadion Manahan, Solo. (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto) Suporter Pasoepati menyalakan kembang api saat mendukung tim kesayangannya, Persis Solo yang melawan Persik Kediri dalam laga Divisi Utama LPIS di Stadion Manahan, Solo. (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)
Kamis, 10 Agustus 2017 21:25 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Indonesia Share :

LIGA 2
Persis Vs Persipur: Sanksi Selesai, Pasoepati Siap Merahkan Manahan

Liga 2 akan menyajikan duel Persis Solo vs Persipur Purwodadi.

Solopos.com, SOLO — Untuk kali pertama setelah mendapat dua kali sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Pasoepati bakal hadir di Stadion Manahan Solo untuk mendukung penuh Persis Solo menjamu Persipur Purwodadi, Minggu (13/8/2017).

Wakil Presiden DPP Pasoepati, Ginda Ferachtriawan, menyebut antusias Pasoepati sangat tinggi untuk menyambut laga pada pekan ke-11 Grup 4 Liga 2 Indonesia. Pasoepati diberi sanksi larangan menyaksikan pertandingan langsung Persis Solo saat menjamu Sragen United pada Minggu (30/7/2017) dan Persiba Bantul, Kamis (3/8/2017).

Sebelumnya, Pasoepati juga dihukum dilarang memakai atribut tim kesayangan dalam tiga pertandingan berturut-turut melawan PSIS Semarang pada 6 Juli 2017, PSIR Rembang pada 16 Juli 2017 dan PPSM Magelang pada 20 Jul 2017i.

“Sebenarnya Pasoepati sudah berniat tampil all out untuk memerahkan Stadion Manahan saat Persis Solo menjamu Sragen United. Namun, hal itu urung dilakukan menyusul turunnya sanksi tidak masuk akal dari Komdis PSSI kurang dari sehari jelang kick off,” papar Ginda saat dihubungi Solopos.com, Kamis (10/8/2017).

“Pertandingan besok menjadi kesempatan pertama kami untuk tampil all out. Kami siap memerahkan stadion. Pasoepati sangat untusias, apalagi pertandingan besok digelar Minggu. Saya optimistis lebih dari 15.000 anggota Pasoepati bisa hadir di stadion,” sambungnya.

Ginda mengakui para penggawa Persis Solo sudah tampil semangat meski tanpa mendapat dukungan penonton. Terbukti, Laskar Sambernyawa bisa meraih kemenangan kala menjamu Sragen United dan Persiba Bantul.

“Kami sebagai suporter tidak mau kalah dengan para pemain. Para pemain sudah menunjukkan semangatnya di atas lapangan, kami sebagai suporter wajib tampil lebih semangat saat memberikan dukungan di stadion,” terang Ginda.

Sementara itu, Pelatih Persis Solo Widyantoro berharap kehadiran Pasoepati di tribun stadion bisa menyuntikkan semangat tinggi kepada anak asuhnya. Dia mengakui performa anak asuhnya sempat menurun saat meladeni Sragen United. Performa Bayu Andra dkk. mulai membaik kala menjamu Persiba Bantul.

“Saya maklum dengan turunnya performa anak-anak. Ini tidak lepas dari turunnya sanksi Komdis PSSI. Kehadiran Pasoepati di stadion merupakan suntikan moril bagi pemain,” jelasnya.

SMK MUHAMMADIYAH 04 BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Neorevitalisasi Pabrik Gula Colomadu Karanganyar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (7/8/2017). Esai ini karya Dyah S. Pradnya P., dosen di Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah dyah_pradnya@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Kompleks Pabrik Gula Colomadu di Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu,…