Ilustrasi menghitung rupiah. (Rachman/JIBI/Bisnis) Ilustrasi menghitung rupiah. (Rachman/JIBI/Bisnis)
Kamis, 10 Agustus 2017 10:11 WIB Aprianto Cahyo Nugroho/Renat Sofie Andriani/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

Kurs Rupiah Dibuka Melemah 11 Poin di Rp13.344/US$

Nilai tukar rupiah hari ini, Kamis (10/8/2017), dibuka melemah 11 poin di Rp13.344 per dolar AS.

Solopos.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.344 per dolar AS, Kamis (10/8/2017) pukul 08.00 WIB. Pelemahan kembali terjadi satu jam setelah pembukaan, nilai tukar berada di Rp13.339 per dolar AS.

Pergerakann nilai tukar rupiah berakhir melemah pada perdagangan Rabu (9/8/2017). Rupiah ditutup melemah 0,15% atau 20 poin di Rp13.333 per dolar AS, setelah dibuka dengan pelemahan 0,11% atau 15 poin di Rp13.328.

Sepanjang perdagangan kemarin rupiah bergerak di kisaran Rp13.320 – Rp13.343 per dolar AS. Adapun pada perdagangan Selasa (8/8/2017), rupiah ditutup menguat 0,06% atau 8 poin di posisi 13.313 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini terpantau turun 0,08% atau 0,073 poin ke 93,574 pada pukul 17.01 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan pelemahan 0,10% atau 0,096 poin di level 93,551, setelah pada perdagangan Selasa berakhir menguat di posisi 93,647.

Para investor saat ini fokus pada data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis pada Jumat pekan ini demi melihat potensi kebijakan moneter The Fed.

“Para pedagang cenderung tidak mungkin memberikan gambaran besar menjelang rilis data inflasi AS pada Jumat,” ujar Stephen Innes, head of Asia-Pacific trading di Oanda in Singapore, dikutip dari Bloomberg.

Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini di saat mata uang lainnya di Asia terpantau bergerak variatif.

Yen Jepang dan renminbi China yang masing-masing terapresiasi 0,48% dan 0,42% memimpin penguatan, sedangkan won Korea Selatan mengalami pelemahan tertajam di Asia sebesar 0,88%.

Penguatan Yen didorong oleh meningkatnya ketegangan seputar program nuklir Korea Utara. Daya tarik yen sebagai aset safe haven cenderung naik di tengah meningkatnya tensi global yang mendorong investor menghindari aset berisiko.

Indeks Nikkei Stock Average Volatility melonjak 38% setelah Presiden AS Donald Trump bersumpah bahwa ancaman Korea Utara akan direspon dengan kemarahan yang dahsyat. Komentar itu muncul setelah kabar Korut berhasil mengembangkan hulu ledak nuklir miniatur yang kompatibel dengan rudal.

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Perempuan, Kesenian, dan Estetika Pembebasan

Gagasan dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (12/8/2017). Esai ini karya Saifuddin Hafiz, perupa dan penikmat seni budaya yang tinggal di Solo. Solopos.com, SOLO–Sebagai wilayah netral gender kesenian tak lepas dari salah satu kreatornya, yaitu perempuan. Kesenian yang merupakan cermin dan…