Pembangunan jalan tol Salatiga-Kartasura di Susukan, Kabupaten Semarang, Jateng, Senin (31/7/2017) masih tahap pembersihan lahan. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Pembangunan jalan tol Salatiga-Kartasura di Susukan, Kabupaten Semarang, Jateng, Senin (31/7/2017) masih tahap pembersihan lahan. (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Kamis, 10 Agustus 2017 16:20 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

KPPIP Mulai Lakukan Studi Kelayakan Jalan Tol Jogja-Bawen

Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas atau KPPIP mulai membahas studi kelayakan pembangunan jalan Tol Jogja Bawen

Solopos.com, SLEMAN– Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas atau KPPIP mulai membahas studi kelayakan pembangunan jalan Tol Jogja Bawen.

Baca juga : JALAN TOL : Semua Pihak Dukung Larangan Jalan Tol di DIY

Berdasarkan studi awal, kata Direktur Proyek Jalan dan Jembatan KPPIP Max Antameng wilayah DIY hanya dibutuhkan 8,5 km saja untuk jalan menghubungkan jalan Tol dari Bawen hingga wilayah Solo tersebut.

Namun Max enggan menyebut titik-titik mana yang akan dijadikan lahan jalan Tol tersebut. Menurutnya, rute calon lahan pembangunan jalan tol masih berupa garis dan belum ditentukan secara detail.

“Ini baru studi, ya semacam sosialisasi, yang disampaikan kepada Pemda, kebutuhannya sekitar 8km saja dari perbatasan,” katanya saat ditemui Solopos.com, Rabu (9/8/2017) dalam kegiatan penyusunan outline business proyek jalan Tol Jogja Bawen di Easparc Hotel.

Max mengatakan, kebutuhan lahan sepanjang 8,5km untuk menyambungkan jalan tol Bawen-Jogja-Solo tersebut masih mungkin berubah. Hal itu bisa berubah sesuai sesuai policy atau kebijakan pemerintah.

Meski begitu, pembangunan jalan tol relasi Bawen Jogja Solo dikondisikan pembangunannya dengan rute rencana pembangunan jalan Tol yang menghubungkan Kulonprogo dengan Bawen dan Tol Jogja-Solo. “Jadi rencananya semua terkoneksi,” katanya.

Pihaknya menarget studi tersebut selesai sampai akhir tahun ini. Tahapan selanjutnya, hasil studi akan disampaikan kepada pemerintah setempat. Jadi tidaknya pembangunan jalan tol tersebut, menurut Max, tetap mengacu pada pertimbangan aspek teknis dan juga aspek kebijakan.

“Pemerintah daerah maunya seperti apa? Yang jelas ini bagian dari proyek strategis yang akan dilakukan oleh Pemerintah pusat,” katanya.

Kepada Harianjogja.com, Sekda Sleman Sumadi mengatakan, kegiatan tersebut baru pertemuan awal. “Ini baru studi. Jadi belum menghasilkan apa-apa,” katanya.

Menurutnya, rencana pembangunan Tol Jogja Bawen sudah ada dalam rencana strategis pembangunan nasional. Pada dasarnya, kata Sumadi, mendukung rencana tersebut. “Hanya saja, masih dibutuhkan pembahasan lebih dalam lagi,” kata Sumadi.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…