Pedagang beras di Pasar Jongke, Solo, Selasa (10/3/2015). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) Foto ilustrasi (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Kamis, 10 Agustus 2017 23:35 WIB Asiska Riviyastuti/JIBI/Solopos Ekonomi Share :

KOMODITAS PANGAN
Kenaikan HPP Gabah Diyakini bakal Pengaruhi Harga Beras

Komoditas pangan, para pedagang memprediksi kenaikan HPP gabah bakal mempengaruhi harga beras.

Solopos.com, SOLO — Harga beras di pasar cenderung stabil meski Badan Urusan Logistik (Bulog) menaikkan harga pokok pembelian (HPP) gabah dari petani. Namun hal ini diyakini tetap akan memengaruhi harga jual beras di pasar.

Pemilik Toko Beras Adi Rasa di Pasar Legi, Solo, Moedjianto, menyampaikan harga beras saat ini stabil di kisaran Rp6.500/kg hingga Rp10.800/kg tergantung kualitas beras. Beras yang paling banyak dicari adalah beras medium dengan kisaran harga Rp9.000/kg.

Beras tersebut diperoleh dari berbagai wilayah di Soloraya, di antaranya Sragen, Klaten, Karanganyar, dan Sukoharjo. “Kalau Bulog menaikkan harga pembelian dari petani, tentu hal tersebut nantinya berpengaruh terhadap harga beras. Hal ini karena harga jual dari petani tentunya juga naik sehingga harga jual ikut menyesuaikan [naik]. Tapi sekarang belum berpengaruh,” ungkap Moedjianto saat ditemui Solopos.com di kiosnya, Kamis (10/8/2017).

Dia mengaku mendapat info harga pembelian gabah dari petani saat ini sudah naik tapi dari distributor besar hingga saat ini belum menaikkan harga sehingga harga jual di pasar juga belum naik.

Pemilik toko beras lainnya di Pasar Legi, Harti, juga mengatakan harga hingga saat ini cenderung masih stabil. Harga yang cenderung normal ini sudah terjadi sejak dua bulan terakhir.

“Bulog menaikkan harga pembelian dari petani tentu pengaruh ke harga pasar. Harga jual dari petani tentu naik. Bulog membeli gabah petani biasanya memang kualitas yang biasa meski begitu, kalau kualitas biasa saja naik, tentu kualitas yang di atasnya ikut naik,” kata dia.

Meski begitu, dia tidak bisa memprediksi kapan kenaikan harga beras akan terjadi. Apalagi beras sama seperti komoditas pangan pokok lainnya, apabila permintaan tinggi, harga juga ikut naik sedangkan permintaan turun, harga juga ikut turun.

“Saat ini harga cenderung stabil karena pasar juga biasa saja, enggak ada kenaikan permintaan yang signifikan,” ujarnya.

Pedagang beras di Pasar Legi, Ali, juga mengatakan harga stabil meski Bulog menaikkan harga pembelian. Sementara itu, pedagang beras lainnya, Warni, mengatakan kondisi pasar yang sepi membuat harga beras saat ini stabil karena jika dijual terlalu tinggi juga tidak akan laku.

 

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…