Kamis, 10 Agustus 2017 14:47 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

JELAJAH BUDAYA
Mahasiswa Diajak Keliling Pakualaman

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya pelestarian dan pengembangan sejarah

Solopos.com, JOGJA—Dinas Kebudayaan Kota Jogja melalui Seksi Sejarah menggelar jelajah budaya Pura Pakualaman, Rabu (9/8/2017). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya pelestarian dan pengembangan sejarah dengan melihat langsung bangunan-bangunan di Pura Pakualaman.

Para peserta jelajah budaya yang terdiri dari perwakilan 18 kelurahan rintisan budaya se-Kota Jogja, DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Jogja dan mahasiswa. Acara dimulai pukul 09.30 WIB. Peserta diajak menelusuri bangunan-bangunan yang ada di Pura Pakualaman, dengan dipandu oleh Pengageng Kawedanan Budaya dan Pariwisata Kadipaten Pakualaman KPH Indrokusumo.

Salah satu penjelasan KPH Indrokusumo yang menarik adalah mengenai pintu gerbang atau yang biasa disebut dengan nama Gapura Danawara. Gapura ini merupakan akses masuk utama menuju Pura Pakualaman. Ia menerangkan atap gapura berbentuk kampung srotong yang menyimbolkan kehidupan yang ada di dalamnya penuh dengan kesederhanaan.

Masih pada gapura, imbuhnya, terdapat tulisan Jawa yang berbunyi Wiwara Kusuma Winayang Reka yang artinya adalah Pura Pakualaman merupakan zona kehidupan yang memiliki kedalaman pikiran yang mendalam.

“Kemudian saat masuk gerbang bisa dilihat ada cermin. Cermin itu tujuannya supaya orang yang masuk ke sini bisa melihat dirinya apakah sudah rapi atau belum. Maknanya adalah sebelum memasuki dunia pemikiran, manusia harus mawas diri terlebih dahulu,” jelas KPH Indrokusumo kepada para peserta.

Setelah memasuki Pura Pakualaman, selanjutnya ia menerangkan Bangsal Sewatama, yakni pendapa atau bangunan terbuka yang dalam rumah Jawa termasuk bangunan publik dan yang biasanya digunakan untuk pagelaran kesenian tradisional. Bangsal Sewatama merupakan bangunan besar dengan atap limasan berjajar tiga.

Pengageng Urusan Kapanitran Kadipaten Pakualaman KRT Projo Anggono menambahkan, Pura Pakulaman meliputi area seluas 54.238 meter persegi dan secara umum bangunan yang ada dibangun mengikuti kaidah-kaidah aristektur Jawa.

Kepala Seksi Sejarah Dinas Kebudayaan Kota Jogja Tri Sotya menyebut pihaknya menggelar jelajah budaya dengan tujuan memberikan informasi kepada masyarakat tentang sejarah dan fungsi bangunan-bangunan di Pura Pakualaman.

lowongan pekerjaan
BMT ALFA DINAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…