Kemacetan parah terjadi di jalan menuju Pantai Gunungkidul. Adapun lebar jalan hanya lima meter. (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja) Kemacetan parah terjadi di jalan menuju Pantai Gunungkidul. Adapun lebar jalan hanya lima meter. (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 10 Agustus 2017 04:22 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

INFRASTRUKTUR GUNUNGKIDUL
Permudah Akses Wisatawan, Anggaran Rp103 Miliar untuk Proyek Jalan

Infrastruktur Gunungkidul perlu dibenahi untuk mendukung pariwisata

Solopos.com, GUNUNGKIDUL — Pembangunan infrastruktur jalan tahun ini total menyerap anggaran sebesar Rp103 miliar. Sejumlah proyek saat ini sudah berjalan dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini, sehingga akses menuju destinasi wisata semakin mudah.

Kepala Seksi Perencanaan dan Pengawasan Binamarga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Ashari Nurkholis mengatakan sejumlah proyek akan segera terealiasi.

“Total anggaran sebesar Rp103 miliar. Setelah lelang selesai tahap berikutnya realisasi proyek,” kata dia, Selasa (8/8/2017).

Dari total anggaran, sebanyak Rp15 miliar digunakan untuk proyek rehabilitasi jalan. Sementara untuk proyek peningkatan menghabiskan anggaran Rp88 miliar. Untuk keseluruhan panjang jalan yang dikerjakan adalah sepanjang 1.136,66 kilometer.

Diakuinya, anggaran Rp103 tersebut selain dari APBD Gunungkidul juga didukung anggaran dari Pemda DIY dan Pemerintah Pusat.
“Kalau tanpa dukungan dana dari Pemda DIY dan Pemerintah pusat sangat berat, karena nilainya besar,” kata dia.

Lanjutnya lagi, anggaran tersebut lebih banyak terserap untuk rehabilitasi dan peningkatan jalan di daerah selatan Gunungkidul. Pasalnya memang  kondisi infrastruktur jalan di empat kecamatan masing-masing, Saptosari, Girisubo, Tanjungsari dan Purwosari memang butuh penanganan serius.

Diketahui dari empat kecamatan tersebut kodisi jalan rusak berat sepanjang 337,04 kilometer; rusak ringan 157 kilometer; rusak sedang 126, 38 kilo meter; dankondisi baik sepanjang 515, 46 kilometer. Dia mecontohkan salah satu proyek yang sedang dibangun adalah ruas jalan simpang Kepek-Pantai Ngobaran 6, 60 kilo meter dalam kondisi rusak dan belum tersambung ke jalan lain.

Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan selain perbaikan jalur yang rusak. Pemkab juga akan fokus untuk membangun jalur alternatif. Jalur alternatif itu diantaranya  adalah penghubung jalur Sleman-Gunungkidul melalui Prambanan-Gading, dan Penghubung ke Klaten, Jawa Tengah dengan Gunungkidul melalui Cawas.

Untuk membangun jalur alternatif tersebut menelan anggaran Rp 44 miliar. Dan diperkirakan pada 2018 mendatang jalur sudah siap untuk dilalui.“Dengan begitu, akses dari dan menuju Gunungkidul bisa lebih mudah karena  memecah kepadatan lalu lintas di jalur utama Jogja -Wonosari,” kata Badingah.

Diharapkan dengan pembangunan infratruktur jalan yang semakin masif, maka akses untuk wisatawan akan semakin mudah. Sehingga tujuan pertumbuhan pariwisata di Gunungkidul akan semakin pesat.

Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Menjaga Etika, Menjaga Eksistensi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (14/8/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO — Pada Sabtu-Senin (5-7/8/2017) lalu saya menghadiri pertemuan majelis etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) se-Indonesia di Jakarta. Sejak organisasi…