Aktivitas jual beli hewan di Pasar Hewan Siyonoharjo, Desa Logandeng, Playen. (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Aktivitas jual beli hewan di Pasar Hewan Siyonoharjo, Desa Logandeng, Playen. (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 10 Agustus 2017 21:55 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

IDULADHA 2017
Hewan Tidak Boleh Keluar Daerah tanpa Surat Kesehatan

Menjelang Hari Raya Iduladha, pemeriksaan hewan kurban mulai diintensifkan

Solopos.com, GUNUNGKIDUL—Menjelang Hari Raya Iduladha, pemeriksaan hewan kurban mulai diintensifkan. Setiap hewan baik sapi ataupun kambing yang hendak dikirim ke luar daerah, harus diperiksan dan dilengkapi bukti surat yang menyatakan hewan tersebut dalam kondisi sehat.

Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Suseno Budi mengatakan pemeriksaan hewan sudah intensif dilakukan sejak beberapa minggu terakhir. Semua hewan yang masuk di pasar hewan harus melalui proses pemeriksaan terlebih dahulu sebelum dijual ataupun dikirim keluar daerah.

“Nanti kami akan keliling ke sejumlah penampungan hewan ternak. Dan bagi pedagang yang hendak mengirim sapi atau kambing ke luar daerah sudah bekerja sama dengan kami. Melalui laboratorium yang kami miliki nanti akan dilakukan pemeriksaan, kalau tidak sehat tidak boleh keluar,” kata dia, Rabu (9/8/2017).

Pemeriksaan kata dia sudah dilakukan di sejumlah tempat. Selain di Pasar Hewan Siyonoharjo dan Pasar Hewan Semanu, pemeriksaan juga dilakukan di sejumlah peternakan hewan. Sejauh ini dari pemeriksaan yang telah dilakukan, pihaknya belum menemukan sapi atau kambing yang terserang penyakit serius.

Sementara itu, salah satu pedagang sapi di Pasar Siyonoharjo, Parjiyo mengatakan setiap sapi yang dibawa ke pasar harus melalui pos kesehatan hewan terlebih dahulu. Hal tersebut untuk memastikan bahwa sapi yang hendak diperjual-belikan dalam keadaan yang sehat.

Terlebih untuk sapi yang hendak dikirim ke luar daerah, setiap ekornya harus melalui pemeriksaan yang ketat. Salah satunya harus diambil sampel darahnya untuk diperiksa di laboratorium Dinas Pertanian dan Pangan.

“Ini tadi [Rabu, 9/8/2017] baru selesai dilakukan pemeriksaan, dan sampel darahnya baru dibawa oleh petugas untuk diperiksa di laboratorium. Biasanya hasilnya baru keluar besok [Kamis, 10/8/2014],” ungkapnya.

Hasil dari pemeriksaan laboratorium tersebut nantinya akan sekaligus dijadikan surat jalan saat melakukan pengiriman hewan ke luar daerah. Pasalnya untuk menuju daerah tujuan pengiriman, akan banyak pos pemeriksaan yang mengaharuskan setiap hewan memiliki keterangan sehat.

Salah seorang pedagang sapi lainnya di Pasar Siyonoharjo, Sugeng menambahkan selama sepekan terakhir ini pengiriman sapi ke sejumlah daerah sudah mulai intens dilakukan.

“Mulai banyak yang melakukan pengiriman ke luar daerah, kebanyakan pengiriman tujuan Jakarta, dan kota-kota besar di Jawa Barat dan Sumatera,” katanya.

Akibat mulai banyak permintaan, harga hewan kurban pun mulai naik. Saat ini harga sapi potong jenis sapi metal yang biasanya dijadikan hewan kurban berkisar Rp14 juta hingga Rp26 juta.

Untuk yang paling murah yakni sapi yang baru berumur dua tahun. Namun bagi sapi yang berumur empat tahun lebih dan memiliki berat badan yang tinggi, maka harganya mencapai Rp26 juta bahkan lebih.

“Kalau pas menjelang kurban harganya bisa selisih Rp1 juta hingga Rp2,5 juta dibanding hari biasa. Bahkan kalau sapi yang besar selisihnya bisa sampai Rp5 juta,” ungkapnya.

lowongan pekerjaan
CV MUTIARA BERLIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…