Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar (JIBI/Solopos/Dok) Pabrik Gula Colomadu, Karanganyar (JIBI/Solopos/Dok)
Kamis, 10 Agustus 2017 06:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Neorevitalisasi Pabrik Gula Colomadu Karanganyar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (7/8/2017). Esai ini karya Dyah S. Pradnya P., dosen di Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah dyah_pradnya@yahoo.com.

Solopos.com, SOLO–Kompleks Pabrik Gula Colomadu di Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar merupakan bekas industri era kolonial yang berupa sistem tata wilayah dan hunian. Di dalam kompleks pabrik ini ada tipe desain mewah hunian untuk pejabat yang memiliki halaman luas.

Dyah S. Pradnya P (Isrimewa)

Dyah S. Pradnya P (Isrimewa)

Bangunan ini berciri khas sistem penghawaan dan pencahayaan alami berupa ukuran ketinggian dan jumlah bukaan bangunan maksimal. Juga terdapat bekas jalur kereta api (lori)untuk mengangkut tebu di area tertentu yang tertimbun tanah.

Kelihatan jelas pula bekas perkebunan tebu yang telah beralih fungsi menjadi  perumahan, pabrik, toko, kantor, hotel, dan fungsi lainnya. Di sebelah selatan pabrik gula terdapat deretan hunian kecil sederhana berlantai satu bagi pegawai dan hunian pegawai pabrik tembakau yang berupa bangunan tinggi. Keberadaan Pabrik Gula Colomadu ternyata juga berdekatan dengan pabrik-pabrik di sekitarnya.

Di kecamatan Colomadu memang terdapat beberapa pabrik dan fasilitas hunian yang menjelaskan riwayat sebagai sentra perekonomian. Ketika rutinitas produksi semakin menurun, eksistensi Pabri Gula Colomadu mulai dipertanyakan.

Kompleks industri gula tersebut terbengkalai dan tak berpenghuni. Pemerintah berupaya merevitalisasi bangunan cagar budaya itu berdasarkan potensi objek dan lokasi yang strategis. Dalam konteks usulan perubahan, bisnis selalu menjadi pusat orientasi, pengikat, dan unsur kontribusi dominan.

Selanjutnya adalah: Rencana revitalisasi dengan beragam retorika impian…

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…