Uji coba operasional radar baru sudah dilakukan selama sepekan di Satradar 215/Congot, Desa Jangkaran, Temon, Kulonprogo, Selasa (1/8/2017). Radar buatan Denmark tersebut diharapkan dapat mendukung operasional bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). (Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja) Uji coba operasional radar baru sudah dilakukan selama sepekan di Satradar 215/Congot, Desa Jangkaran, Temon, Kulonprogo, Selasa (1/8/2017). Radar buatan Denmark tersebut diharapkan dapat mendukung operasional bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). (Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 10 Agustus 2017 06:20 WIB Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

BANDARA KULONPROGO
Alat Berat Segera Masuk Kawasan Pembangunan

Bandara Kulonprogo, pengerjaan fisik segera dilaksanakan

Solopos.com, KULONPROGO — PT Angkasa Pura I belum dapat berkomentar banyak soal rencana pengajuan pemunduran batas waktu pengosongan lahan lokasi pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo. Meski begitu, alat berat segera memasuki kawasan pembangunan untuk memulai pengerjaan fisik.

Sesuai kesepakatan terakhir antara PT Angkasa Pura I dan Pemkab Kulonprogo, warga terdampak mendapatkan waktu untuk menyelesaikan pembangunan hunian relokasi hingga 31 Juli 2017. Warga semestinya sudah pindah dan mengosongkan lahannya pada Agustus ini. Namun, hal itu belum bisa dilakukan karena pembangunan di lahan relokasi belum selesai. Pemkab Kulonprogo kemudian mempertimbangkan untuk bernegosiasi kembali soal batas waktu pengosongan lahan.

Project Manager Pembangunan NYIA PT Angkasa Pura I, Sujiastono masih enggan mengomentari rencana adanya negosiasi ulang itu. Dia mengaku belum menerima atau membaca surat terkait batas pengosongan lahan yang kabarnya bakal dilayangkan Pemkab Kulonprogo.

“Saya belum lihat suratnya. Nanti kalau sudah baca saja ya,” kata Sujiastono, Rabu (9/8/2017).

Meski begitu, persiapan pelaksanaan pembangunan bandara tetap dilakukan. Sujiastono mengungkapkan, pihaknya mulai memasukkan alat berat ke kawasan pembangunan.

“Mungkin malam ini sudah sampai lapangan. Kita tunggu karena pekan-pekan ini akan ada kegiatan [pengerjaan fisik],” ujar Sujiastono.

Sujiastono lalu kembali meminta warga terdampak segera pindah, terlebih mereka yang memang tidak mengambil program relokasi. Hal itu agar warga tidak merasa terganggu saat pembangunan fisik digencarkan.

Sebelumnya, Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengakui ada beberapa kendala dalam pembangunan di lahan relokasi. Hingga akhir Juli kemarin, belum ada satupun hunian relokasi yang selesai dibangun, baik yang menggunakan tanah kas desa maupun Pakualaman Ground (PAG). Dia memperkirakan pembangunan hunian relokasi masih butuh waktu setidaknya sampai akhir bulan ini sehingga perlu dibicarakan lebih lanjut dengan PT Angkasa Pura I.

Hasto mengatakan, Pemkab Kulonprogo akan berusaha agar mendapat toleransi lebih. Perkara itu rencananya disampaikan kepada PT Angkasa Pura I pada pekan ini. Meski begitu, Hasto menyadari pihaknya bisa jadi hanya mendapatkan sedikit tambahan waktu. “Tidak bisa lama-lama juga agar bandara cepat terwujud,” ungkap Hasto.

Hasto lalu berharap PT Angkasa Pura I bisa bersikap bijak jika warga tetap harus pindah dalam waktu dekat. Dia tidak ingin ada pengosongan lahan secara paksa. Pemkab Kulonprogo bahkan siap mendampingi tim dalam menentukan lahan mana dulu yang bisa dikosongkan.

Lowongan Pekerjaan
PT. Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Neorevitalisasi Pabrik Gula Colomadu Karanganyar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (7/8/2017). Esai ini karya Dyah S. Pradnya P., dosen di Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah dyah_pradnya@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Kompleks Pabrik Gula Colomadu di Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu,…