Pelajar berpose di KRI Diponegoro yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jateng, Rabu (9/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Pelajar berpose di KRI Diponegoro yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jateng, Rabu (9/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Kamis, 10 Agustus 2017 01:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan Feature Share :

Foto Alutista TNI AL Dibuka untuk Umum

Alutista TNI AL di Semarang dibuka untuk umum.

Pelajar mengunjungi KRI Diponegoro dan HTMS Khairat yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jateng, Rabu (9/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)


Pelajar mengunjungi KRI Diponegoro dan HTMS Khairat yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jateng, Rabu (9/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

TNI AL, Rabu (9/8/2017), menggelar open ship atau kunjungan terbuka di kapal perang Republik Indonesia (KRI) yang tengah bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Pada momentum itu terdapat KRI Diponegoro dan KRI Sultan Hasanuddin serta kapal perang Thailand HTMS Khairat dan HTS Sukhothai yang baru saja selesai melaksanakan latihan gabungan Garuda 19AB-17 di Laut Jawa.

Sejumlah siswa berjalan di koridor KRI Diponegoro yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jateng, Rabu (9/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Sejumlah siswa berjalan di koridor KRI Diponegoro yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jateng, Rabu (9/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Kesempatan untuk mengunjungi alat utama sistem persejataan (alutsista) TNI AL itu tampak tak disia-siakan warga. Ratusan pelajar dengan diantar guru dan wali mereka mendatangi kapal-kapal perang yang leluasa mereka amati itu. Tentu saja bukan hanya melihat-lihat, mereka pada akhirnya tampak sibuk berpose untuk mengabadikan kujungan ke peranti perang tersebut.

KLIK DI SINI untuk Berta Lengkapnya.
KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…