Peserta seminar Lupus berfoto bersama Dokter Tandean (tengah depan). (IST/dok. RS Panti Nugroho) Peserta seminar Lupus berfoto bersama Dokter Tandean (tengah depan). (IST/dok. RS Panti Nugroho)
Rabu, 9 Agustus 2017 04:22 WIB Mediani Dyah Natalia/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

TIPS SEHAT
Self forgiveness Mampu Siasati Gejala Lupus

Tips Sehat untuk pasien lupus.

Solopos.com, SLEMAN — Komunitas Relawan Lupus Indonesia (Reli) bersama Rumah Sakit Panti Nugroho mengadakan kegiatan edukasi  dan informasi Lupus berkelanjutan bertajuk Forgiveness Therapy bagi Odapus, Sabtu (29/7/2017). Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari masyarakat umum. Kegiatan diakhiri dengan pelatihan wirecrafting, di Aula pertemuan RS Panti Nugroho, Pakem, Yogyakarta.

Agenda tersebut merupakan kelanjutan pertemuan bersama orang dengan lupus (odapus) bersama komunitas Reli beberapa bulan lalu di Oemah Simbok, Pentingsari, Cangkringan – Kaliurang. Pelatihan ini digelar lantaran odapus rentan mengalami gejala kambuhan dengan berbagai faktor penyebab.

Adapun gejala umum kambuhan itu seperti sariawan, radang sendi kumat kumatan, wajah memerah, kulit bersisik, rambut rontok dan sebagainya. Akibatnya, pasien secara psikologis merasakan stres, cemas atau depresi. Tidak hanya itu, gangguan kejiwaan ini dapat menimbulkan kondisi kesehatan pasien menurun. Gejala fisik tersebut akan muncul seperti lingkungan berputar. Faktor inilah yang mendorong pertemuan untuk odapus perlu dikelola.

Hadir tiga orang pakar sebagai pembicara sekaligus narasumber Seminar dan Workshop Orang dengan Lupus ini, Direktur RS Panti Nugroho, Tandean Arif Wibowo yang lebih banyak menjelaskan faktor gangguan kejiwaan pada odapus. Pembicara kedua merupakan psikolog Polda DIY sekaligus Humas Assosiasi Psikologi Forensik, Arif Nurcahyo lebih banyak mengajak peserta untuk mengenali diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Terakhir, dokter spesialis kesehatan jiwa, Mega Dhestiana lebih banyak membagi metode memaafkan dan tehnik terapi self forgiveness.

Inti dari teknik ini adalah menyadari, menerima dan memaafkan penyakit yang dialami. Pasien kemudian diberikan penjelasan mengenai stres yang dirasakan, menggali penyebab stress, reaksi kita terhadap stres tersebut, dan apa yang dikerjakan sehingga tenang menghadapi gejala dan stres.

“Mereka semakin meneguhkan dan diteguhkan keberadaannya dengan Lupus. Dari situ timbul proses untuk mencoba menerima dan memaafkan dalam hidup bersama lupus,” terang Tandean.

Lebih lanjut, dia menjelaskan dengan forgiveness therapy, peserta seminar yang berasal dari berbagai kota seperti Yogyakarta, Magelang, Semarang, Probolinggo, Pekalongan dan Malang ini mampu menerima apa yang sedang terjadi. Mereka mampu menunda kemarahan, bersikap netral terhadap orang lain dan membuat diri sendiri merasa baik.

“Diakhir seminar dan pelatihan banyak peserta mengharapkan untuk terus dilakukan pertemuan ini berkelanjutan agar komunikasi dan informasi tentang LUPUS di Indonesia tidak berakhir di pertemuan kali ini. RS Panti Nugroho bersedia membantu dan memfasilitasi pertemuan selanjutnya, dan berharap kegiatan ini bisa menular di daerah dan rumah sakit lain “ kata dia seperti dikutip dari rilis yang Harianjogja.com terima belum lama ini.

Peserta juga diajak dengan diskusi dalam kelompok. Selanjutnya diskusi kelompok tersebut dipresentasikan. Dari pemaparan hasil diskusi ini semua peserta bertambah informasi dan pengalamannya.

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…