Pabrik jamu PT Nyonya Meneer di Jl. Raya Kaligawe, Semarang, Jateng tampak lengang, Selasa (8/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Pabrik jamu PT Nyonya Meneer di Jl. Raya Kaligawe, Semarang, Jateng tampak lengang, Selasa (8/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Rabu, 9 Agustus 2017 23:30 WIB Agnes Savithri/Anggara Pernando/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

Sido Muncul Bantah Akuisisi Nyonya Meneer yang Pailit

PT Sido Muncul Tbk menyatakan tidak akan mengakuisis Nyonya Meneer yang telah dinyatakan pailit.

Solopos.com, JAKARTA — PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. menyatakan tidak akan mengakuisisi perusahaan jamu Nyonya Meneer. Sementara itu, tim kurator menyebut belum ada kreditur yang mengajukan tagihan setelah Nyonya Meneer dinyatakan pailit.

Direktur Keuangan Sido Muncul Venancia Sri Indrijati Wijono mengungkapkan perseroan tidak akan membeli Nyonya Meneer. “Perusahaan tersebut sudah pailit. Tidak bisa diakuisisi dan akan diselesaikan oleh kurator,” ujarnya dalam konferensi pers di Bursa Efek Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Venancia menambahkan produk jamu perseroan dan Nyonya Meneer pun memiliki perbedaan. “Nyonya Meneer itu jamu tradisional. Sedangkan kami jamu tradisional hanya 15% porsinya,” tambahnya.

Tim Kurator PT Perindustrian Njonja Meneer (dalam pailit) menyatakan semenjak pendaftaran kreditor dilakukan, belum ada pihak yang mengajukan tagihannya ke kantor pusat Tim Kurator di Jakarta.

Penghubung tim kurator, Adhitya Prihandono, mengatakan pihaknya memberi kesempatan kepada kreditur maupun debitur perusahaan maupun pihak lain yang berkepentingan untuk melakukan pengurusan dan pemberesan harta pailit. “Untuk di Jakarta belum ada tagihan yang terkumpul,” kata Adhitya ketika dihubungi Bisnis/JIBI, Rabu.

Dia mengatakan para pihak yang berkepentingan dapat menghubungi kantor kurator hingga 21 Agustus mendatang dengan membawa kelengkapan berkas bukti tagihan. Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Sebut Nyonya Meneer Punya Tunggakan Iuran Besar.

Pada Kamis (3/8/2017) lalu, Pengadilan Niaga Semarang menyatakan perjanjian perdamaian No.01/Pdt.Sus-PKPU/2015/PN.Niaga.Smg tertanggal 8 Juni 2015, batal. Dengan pembatalan homologasi ini, maka PT Njonja Meneer dinyatakan pailit.

Presiden Direktur Njonja Meneer Charles Saerang tidak merespons pertanyaan yang diajukan Bisnis/JIBI setelah tim kurator mengumumkan memulai proses pailit. Akan tetapi dalam kesempatan terpisah Charles mengatakan pihaknya akan melakukan perlawanan hukum apalagi pihaknya terus berupaya menyelesaikan kewajiban sebagaimana amar keputusan pengadilan 2015 lalu.

Berdasarkan keputusan pengadilan 2015 itu nilai total utang Njonja Meneer mencapai Rp198,4 miliar. Kala itu sejumlah kreditor dengan piutang paling besar yang harus dipenuhi antara lain Bank Papua yang mencapai Rp68 miliar, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Semarang Rp20,8 miliar, serta kewajiban terhadap karyawan (koperasi) sekitar Rp10 miliar.

SMK MUHAMMADIYAH 04 BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Neorevitalisasi Pabrik Gula Colomadu Karanganyar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (7/8/2017). Esai ini karya Dyah S. Pradnya P., dosen di Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah dyah_pradnya@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Kompleks Pabrik Gula Colomadu di Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu,…