Siswa SMP Muhammadiyah 7 Jogja memberikan bingkisan kepada warga sekitar sekolah dalam rangkaian Milad sekolah tersebut ke-52, Selasa (1/8/2017). (Sunartono) Siswa SMP Muhammadiyah 7 Jogja memberikan bingkisan kepada warga sekitar sekolah dalam rangkaian Milad sekolah tersebut ke-52, Selasa (1/8/2017). (Sunartono)
Rabu, 9 Agustus 2017 00:22 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

SEKOLAH JOGJA
Milad, SMP MUHAMMADIYAH 7 Ajak Siswa Berbagi

Sekolah Jogja SMP Muhammadiyah 7 Milad ke-52 tahun.

Solopos.com, JOGJA – SMP Muhammadiyah 7 Jogja telah memasuki usia ke-52 tahun di 2017. Sekolah ini terus berupaya meningkatkan sumber daya sekolah untuk menghasilkan lulusan yang anggun di moral, unggul dalam intelektual serta memiliki karakter.

Sekolah ini berdiri sejak 1 agustus 1965 silam di tengah perkampungan warga tepatnya di Purbayan, Kotagede, Kota Jogja. Hanya berjarak sekitar satu kilometer ke arah timur dari pusat peradaban Mataram di Kotagede. Keberadaan sekolah berhimpitan dengan pemukiman warga, yang seakan tanpa sekat, memiliki manfaat positif tersendiri. Sebagai media bagi siswa untuk belajar berinteraksi langsung dengan warga, mulai dari bertutursapa dan bersopan-santun.

Pada miladnya yang ke-52 kali ini, para siswa diajarkan untuk terjun langsung ke masyarakat yang puncaknya digelar pada Selasa (1/8/2017) lalu. Lebih dari 500 siswa SMP Muhammadiyah 7 Jogja mereka berjalan kaki mengunjungi setiap rumah warga dari pintu ke pintu, menyusuri lorong-lorong sempit. Mereka bersilaturahmi sekaligus menyampaikan rasa terima kasih kepada warga atas dukungan selama 52 tahun sekolah itu berdiri.

Selain itu, siswa juga memberikan bingkisan kepada seluruh warga masyarakat di sekitar sekolah. Mereka terbagi dalam beberapa kampung yang menyebar dari kelompok kelas VII, Kelas VIII dan Kelas IX.

Wakil Kepala Sekolah Urusan Humas SMP Muhammadiyah 7 Erfin Widyanto menyatakan, kegiatan mengunjungi warga itu sebagai wujud rasa syukur, sekaligus berterima kasih kepada warga sekitar sekolah. Ia tak memungkiri, bahwa hubungan sekolah dengan warga sangat dekat. Warga masyarakat banyak memberikan dukungan kepada sekolah.

“Kami diberikan jalan untuk lewat depan rumah warga, itu salahsatu dukungan yang besar dari warga, kami sangat berterimakasih. Jadi istilahnya tasyakuran, sekaligus melatih anak untuk belajar memberi, tidak terus-terusan menerima,” ungkap Erfin, Selasa (1/8/2017).

Adapun bentuk bingkisan yang diberikan memang sederhana, namun ia berharap makna dibalik pemberian itulah yang dapat menjadi pembelajaran sekaligus nilai yang tak terhingga. Menurutnya, siswa sendiri yang menyiapkan bingkisan tersebut, dengan pengawasan pihak sekolah. Sehingga ia memastikan bahwa sesuatu yang diberikan ke warga adalah layak dan pantas untuk diberikan. “Mereka ada yang memberikan jajanan dan sebagainya, dengan setiap bingkisan minimal Rp10.000,” ucapnya.

Ketua Panitia Milad ke-52 SMP Muhammadiyah 7 Jogja Salahuddin Kusuma Wardhana menambahkan, kegiatan pemberian bingkisan kepada warga itu merupakan pertamakalinya digelar dalam pelaksanaan milad. Siswa sendiri sangat antusias mengikuti, mereka bersemangat bersilaturahmi dengan masyarakat. Berdasarkan pemantauannya, sebagian besar warga masyarakat merespon positif kegiatan tersebut.

“Kami sudah membagi dalam beberapa titik zona pembagian, tetapi prinsipnya semua warga masyarakat yang kami sasar,” ungkapnya. Setelah memberikan bingkisan ke warga, seluruh siswa menggelar makan bersama sebagai bentuk kebersamaan dan kekeluargaan antar siswa.

Percaya Diri

Kegiatan lain dalam rangkaian milad yang berkaitan dengan siswa adalah pelaksanaan lomba stand up comedy antar kelas, di Halaman SMP Muhammadiyah 7, pada Senin (31/7/2017). Salahuddin menjelaskan, jenis lomba tersebut sebagai media untuk memacu dan melatih rasa percaya diri siswa. Sehingga para siswa didorong untuk dapat tampil di kegiatan tersebut. Ia meyakini dengan melatih rasa percaya itu, ke depan dapat menumbuhkan prestasi siswa. Karena mungkin ada beberapa bakat terpendam yang belum tampak karena rasa tidak percaya diri. “Sehingga rasa percaya ini kami dorong di kalangan siswa,” ujarnya.

Pada malam harinya, pada Senin (31/7/2017) malam digelar Shalat Lail berjamaah di SMP Muhammadiyah 7 Jogja yang diikuti 80 guru dan karyawan. Kegiatan ibadah itu diikuti pula mantan guru dan karyawan yang pernah terlibat aktif di sekolah tersebut.

Kembangkan Bakat Siswa

SMP Muhammadiyah 7 Jogja memiliki berbagai fasilitas untuk mendukung pengembangan minat bakat siswanya. Segudang prestasi juga dapat diraih oleh siswa sekolah ini.

Erfin menjelaskan dari sisi fasilitas, pihaknya memiliki ruang perpustakaan yang sudah terakreditasi. Bahkan perpustakaan ini menyabet juara pertama dalam lomba perpustakaan tingkat SMP Kota Jogja pada Desember 2016 silam. Kemudian memiliki laboratorium IPA yang representatif untuk mendukung pengembangan pengetahuan siswa. Bahkan siswanya memperoleh medali emas dalam Olimpiade MIPA Oktober 2016 silam.

“Kami ada laboratorium bahasa, komputer, ruang multimedia, ruang karawitan, studio musik dan peralatan marching band, jadi cukup untuk mendukung pengembangan bakat minat siswa,” terangnya, Rabu (2/8/2017).

Ia menambahkan, SMP Muhammadiyah 7 memiliki banyak ekstrakurikuler, seperti Hizbut Wathan atau sejenis pramuka, qiro’ah, pencak silat Tapak Suci, seni tari, karawitan, musik, kelompok ilmiah, jurnalistik, marching band, paduan suara, peleton inti, sepakbola, badminton, bola basket dan bola voli. Sedangkan kegiatan penunjang seperti literasi, manasik haji, shalat dhuha berjamaah, tour de imogiri yang merupakan program bagi siswa kelas VII untuk masuk pembaretan hisbul wathan, serta buletin qolami.

“Untuk buletin qolami, kami sudah beberapa kali menerbitkan. Jadi siswa melakukan peliputan di sekolah lalu menulisnya dalam bentuk berita tentang kegiatan sekolah,” kata dia.

Selain olimpiade MIPA dan perpustakaan, sekolahnya juga memiliki prestasi Juara 1 lomba poster lingkungan hidup tingkat Kota Jogja, juara 1 lomba pidato MTQ Kemenag Kota Jogja dan berbagai kejuaraan lainnya.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…