Ilustrasi serangan kera. dokJIBI/SOLOPOS Ilustrasi serangan kera. dokJIBI/SOLOPOS
Rabu, 9 Agustus 2017 07:35 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

SATWA LIAR BOYOLALI
Monyet Karanggede Jadi Buas karena Pernah Disakiti

Satwa liar Boyolali, BKSDA Jateng menduga monyet Karanggede jadi buas karena pernah disakiti.

Solopos.com, BOYOLALI — Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah menemukan sejumlah fakta ihwal penyebab monyet di Karanggede, Boyolai, menjadi buas dan suka menyerang warga.

Salah satunya monyet ekor panjang tersebut pernah tersakiti saat mencari ubi-ubian di ladang warga. Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng, Titik Sudaryanti, menjelaskan monyet yang menyerang warga Karanggede dan Kemusu selama ini terindentifikasi sebagai monyet bekas piaraan warga. (Baca juga: Usir Kera, BKSDA Datangkan Orang Badui ke Karanggede)

Monyet tersebut terlepas atau kabur di area Karanggede dan Kemusu. “Salah satu saksi dari warga menginformasikan monyet tersebut pernah ada tali ikatnya. Awal-awalnya belum buas dan hanya memakan ubi-ubian,” jelas dia saat dihubungi Solopos.com, Senin (7/8/2017).

Dalam perjalanannya, kata Titik, monyet berubah menjadi sangat ganas dan sensitif. Berdasarkan penelusuran BKSDA, monyet tersebut pernah tersakiti saat memakan ubi-ubian.

Mulut monyet bahkan sempat terluka saat memakan ubi-ubian yang di dalamnya ada jebakan sejumlah paku. “Saat itu mungkin ada warga yang kesal dengan ulah monyet yang memakan hasil panen, lalu dibuat lah jebakan biar kapok meski melukai monyet. Itulah yang kami duga membuat monyet berubah menjadi primata buas dan mencari mangsa unggas,” terang Titik.

Berdasarkan catatan Solopos.com, jumlah korban serangan monyet sudah mencapai 14 orang. Korban mengalami luka cakar dan gigitan. Selain itu jumlah unggas warga yang dimangsa juga sudah tak terhitung.

Teror monyet biasanya menyasar anak kecil, warga lansia, dan perempuan. Titik menduga kuat, teror monyet kepada warga sebagai aksi balas dendam. Apalagi, sejak salah satu monyet tertembak mati beberapa waktu lalu.

Perilaku monyet yang sangat buas dan aneh juga menguatkan dugaan tersebut. “Monyet kan rata-rata hidup berkawan, makan ubi-ubian. Tapi, monyet yang menyerang warga ini sendirian. Mereka seperti balas dendam,” tambahnya.

Sementara itu, operasi penyisiran monyet di wilayah Karanggede dan Kemusu hingga saat ini belum membuahkan hasil. Satuan regu tembak dari Perbakin, dibantu TNI-Polri terus berjaga siang malam di pos-pos permukiman warga.

Petugas kesulitan mendeteksi wilayah sasar yang cukup luas, sementara koberadaan monyet sulit dideteksi. “Masih nihil. Pasukan akan tetap stand by siang malam,” ujar salah satu tim pemburu yang juga Kades Sendang, Karanggede, Sukimin.

 

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…