Ilustrasi polisi (JIBI/Harian Jogja/Antara) Ilustrasi polisi (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Rabu, 9 Agustus 2017 11:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

Polres Tulungagung Kekurangan 300an Polisi

Polres Tulungagung kekurangan personel polisi.

Solopos.com, TULUNGAGUNG — Jumlah personel polisi di bawah naungan Polres Tulungagung kini tercatat sebanyak 1.096 orang anggota. Angka tersebut masih jauh dari jumlah ideal personel polisi di Tulungagung yang seharusnya 1.430 anggota.

“Itu angka idealnya, tapi selama ini angka itu belum bisa terpenuhi karena beberapa faktor, salah satunya angka pensiunan anggota kami yang cukup besar setiap tahunnya,” kata Kabag Sumber Daya Polres Tulungagung Kompol Darmono, Selasa (8/8/2017)

Dia mengatakan sebelumnya ada empat anggota Polres Tulungagung yang direkrut Densus 88 Mabes Polri. Sementara satu orang lainnya meninggal dunia.

Jumlah itu masih akan menyusut lagi karena pada kurun 2017 tercatat ada 47 polisi anggota Polres Tulungagung yang memasuki masa pensiun. “Tahun 2016 kemarin ada 49 polisi yang pensiun,” ujar dia.

Darmono mengaku belum tahu berapa personel baru hasil rekrutmen tamtama-bintara tahun angkatan 2017 yang akan ditempatkan di Polres Tulungagung.

Namun jika mengacu pengurangan kuota penerimaan anggota Polri secara nasional, termasuk di lingkup Polda Jatim, Darmono memperkirakan penambahan anggota polisi baru tidak akan banyak.

“Tahun ini pendaftar asal Tulungagung yang diterima menjadi anggota polri ada 24 orang, secara kuantitas menurun dibanding tahun lalu yang mencapai 57 pendaftar dinyatakan lulus,” ujarnya.

Darmono mengungkapkan, kuota penerimaan anggota Polri baru di bawah lingkup Polda Jawa Timur tahun 2017 sebanyak 912 orang.

Sebelumnya 328 lulusan SMA mendaftar polisi melalui Polres Tulungagung. Dari jumlah tersebut, 48 orang dinyatakan lulus sementara.

Mereka yang lulus dalam tes kesehatan awal dan tes tulis di Polda Jawa Timur, kemudian menjalani tes psikologi, dan mulai diberlakukan sistem gugur. Tes dilanjutkan dengan tes jasmani A, yang terdiri dari lari, push up, dan sebagainya. Disusul tes jasmani B berupa renang.

“Sampai di sini masih belum tes akhir, masih ada tes lagi. Sampai kemudian ada tes kesehatan akhir,” tutur Darmono.

Mereka yang lulus tes kesehatan akhir masih diperingkat lagi. Nama-nama yang lulus baru akan disesuaikan dengan kuota yang diberikan oleh Mabes Polri.

“Setelah tes kesehatan akhir, ada peringkat satu sampai peringkat paling bawah. Misalnya, Mabes Polri memberikan kuota 100, maka angka satu sampai 100 diterima. Peringkat di bawah 100 gugur,” kata Darmono.

Dari hasil pemeringkatan dan kuota dari Mabes Polri, hanya ada 24 pendaftar asal Tulungagung yang diterima. Satu di antaranya seorang calon polisi wanita, dan seorang tamtama Polri. Selain itu, ada satu pendaftar asal Tulungagungditerima di Akademi Kepolisian (Akpol).

SMK MUHAMMADIYAH 04 BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Seni Rupa Solo dan Melindurisme

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (5/8/2017). Esai ini karya Halim H.D., seorang networker kebudayaan yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah halimhade@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Cara paling gampang untuk mengingat, apalagi dalam bentang sejarah, lihat saja jejak yang besar….