Seorang jemaah haji yang sakit dievakuasi ke ambulans saat tiba di Bandara Adi Soemarmo dalam pemulangan musim haji tahun lalu. (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)
Rabu, 9 Agustus 2017 07:22 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PENIPUAN JOGJA
Biaya Minimal Umrah Rp21 Juta, Kurang Dari Itu?

Penipuan Jogja, calon jemaah menjadi sasaran empuk

Solopos.com, JOGJA — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY mengimbau masyarakat mewaspadai biro jasa perjalanan umrah yang menawarkan harga murah. Imbauan ini terkait maraknya calon jemaah umrah yang tertipu di beberapa daerah lain.

Baca Juga : PENIPUAN SLEMAN : Calon Jemaah Umrah Tuntut Dana Dikembalikan 100%
“Modus iming-iming menawarkan harga murah yang tak rasional dengan biaya perjalanan Indonesia-Arab Saudi dan Saudi-Indonesia itu mesti abal-abal,” kata Kepala Kanwil Kemenag DIY, Muhammad Lutfi Hamid, seusai peresmian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Kanwil Kemenag DIY, Selasa (8/8/2017).

Menurut Luthfi, biaya umrah tahun ini normal lebih dari Rp21 juta. Biaya itu merupakan trasortasi pulang pergi umrah sampai biaya akomodasi selama di tanah suci. Jika ada yang menawarkan harga di bawah itu, kata dia, maka perlu diertanyakan legalitas biro perjalananya.

Untuk lebih memastikan Lutfi berharap masyarakat bisa berkonsultasi lebih dahulu ke Kantor Kemenag di kabupaten/ kota agar mengetahui biro perjalanan mana saja yang sudah terdaftar. Karena, menurutnya, semua biro perjalanan haji dan umrah meski izinnya dari pusat bila beroperasi di DIY harus ada izin dari Kanwil Kemenag DIY.

“Ketika biro perjalanan tidakĀ  memiliki cabang perwakilan di DIY, kami tidak akan membuatkan rekomendasi kepada calon jemaah yang mengurus paspor ke imigrasi,” kata dia.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…