Ilustrasi nilai tukar rupiah. (Abdullah Azzam/JIBI/Bisnis) Ilustrasi nilai tukar rupiah. (Abdullah Azzam/JIBI/Bisnis)
Rabu, 9 Agustus 2017 09:29 WIB Aprianto Cahyo Nugroho/Renat Sofie Andriani/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

Nilai Tukar Rupiah Dibuka Melemah 15 Poin di Rp13.328/US$

Nilai tukar rupiah hari ini, Rabu (9/8/2017), dibuka melemah 15 poin di Rp13.328 per dolar AS.

Solopos.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka melemah 15 poin atau 0,11% ke level Rp13.328 per dolar AS, Rabu (9/8/2017) pukul 08.00 WIB. Satu jam kemudian rupiah kembali melemah tipis di Rp13.325 per dolar AS.

Pergerakan laju Rupiah yang mencoba untuk naik tampaknya harus kembali diuji ketahanannya seiring masih adanya potensi variatif pada laju Rupiah.

Tim analis Binaartha Securities menyebutkan momentum pelemahan USD diharapkan dapat direspon positif pelaku pasar dimana Rupiah juga diharapkan dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk kembali bergerak menguat.

Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat menahan penguatan Rupiah tersebut dan membuat laju Rupiah kembali melanjutkan pelemahannya.

“Diperkirakan Rupiah akan bergerak dengan kisaran pada kisaran support 13.338 dan resisten 13.294

Adanya komentar dari Kepala The Fed St. Louis, James Bullard, yang mengatakan bahwa The Fed tidak perlu untuk kembali menaikan tingkat suku bunganya dalam waktu dekat dimana direspon positif pelaku pasar di pasar saham AS yang berimbas pada sejumlah indeks saham global tampaknya tidak membuat laju USD menguat.

Pelaku pasar melihat adanya ketidakyakinan The Fed untuk menaikan kembali tingkat suku bunga sehingga berimbas pada berbalik turunnya Rupiah. Terkesan bahwa rilis pertumbuhan GDP dan kenaikan nilai cadangan devisa baru direspon saat ini.

Sementra itu,  nilai tukar rupiah mencatatkan rebound pada akhir perdagangan kemarin Selasa (8/8/2017), di tengah apresiasi mayoritas mata uang Asia.

Rupiah ditutup menguat 0,06% atau 8 poin di Rp13.313 per dolar AS, setelah dibuka dengan penguatan tipis 0,01% atau 1 poin di Rp13.320.

Sepanjang perdagangan kemarin, rupiah bergerak di kisaran Rp13.298 – Rp13.342 per dolar AS. Adapun pada perdagangan Senin (7/8), rupiah ditutup melemah 0,04% atau 5 poin di posisi 13.321 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini terpantau melemah 0,12% atau 0,108 poin ke 93,324 pada pukul 16.35 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka turun 0,02% di posisi 93,416, setelah pada perdagangan Senin berakhir menguat 0,12% atau 0,110 poin di posisi 93,432.

Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini di saat mayoritas mata uang lainnya di Asia terpantau juga menguat, di antaranya renminbi China dengan 0,27% serta won Korea Selatan dan yen Jepang yang masing-masing terapresiasi 0,18%.

Mata uang China memimpin penguatan mata uang emerging markets di Asia seiring dengan pelemahan dolar AS.

Dolar AS melemah setelah dua pejabat The Federal Reserve menyatakan bahwa inflasi AS yang lemah merupakan permasalahan seiring upaya mereka memperkecil risiko gangguan pasar ketika bank sentral AS tersebut mulai mengurangi neracanya.

Komentar oleh Presiden Fed wilayah St. Louis James Bullard dan Neel Kashkari dari wilayah Minneapolis sejalan dengan ekspektasi bahwa para pembuat kebijakan akan mempertahankan suku bunga acuan pada pertemuan berikutnya bulan depan serta mengumumkan dimulainya proses memangkas kepemilikan obligasi secara bertahap.

“Para pedagang tidak mungkin memberikan gambaran besar menjelang rilis data inflasi AS pada Jumat,” ujar Stephen Innes, head of Asia-Pacific trading di Oanda in Singapore, dikutip dari Bloomberg.

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…