Sugeng, 40, perajin tuna netra membuat kerajinan kuda lumping di Kampung Kupang Sari, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jateng, Jumat (4/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra) Sugeng, 40, perajin tuna netra membuat kerajinan kuda lumping di Kampung Kupang Sari, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jateng, Jumat (4/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra)
Rabu, 9 Agustus 2017 03:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/Aditya Pradana Putra Feature Share :

Foto Kerajinan Semarang Bikinan Tuna Daksa

Kerajinan kuda lumping Semarang dibikin difabel.

Difabel atau penyandang cacat tak harus senantiasa tergantung pada orang lain. Sugeng, 40, seorang penyandang disabilitas tuna daksa memenuhi kebutuhan hidupnya dengan memproduksi kerajinan kuda lumping. Didokumentasikan Kantor Berita Antara di Kampung Kupang Sari, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (4/8/2017), Sugeng membuat karya kerajinan kuda lumping tersebut untuk dipasarkan sebagai properti kesenian tradisional Jathilan, hiasan, dan mainan seharaga Rp35.000/unit-Rp300.000/unit ke sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
CV. TUNAS MERAPI SEJAHTERA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Seni Rupa Solo dan Melindurisme

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (5/8/2017). Esai ini karya Halim H.D., seorang networker kebudayaan yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah halimhade@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Cara paling gampang untuk mengingat, apalagi dalam bentang sejarah, lihat saja jejak yang besar….