Para pelajar SD Negeri Jarakan antusias belajar cara menghitung uang ala teller bank yang digelar oleh BPR Bank Bantul di Bantul Expo, Pasar Seni Gabusan, Jumat (4/8/2017). ( Holy Kartika N.S/JIBI/ Harian Jogja) Para pelajar SD Negeri Jarakan antusias belajar cara menghitung uang ala teller bank yang digelar oleh BPR Bank Bantul di Bantul Expo, Pasar Seni Gabusan, Jumat (4/8/2017). ( Holy Kartika N.S/JIBI/ Harian Jogja)
Rabu, 9 Agustus 2017 01:20 WIB Holy Kartika N.S./JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Kenalkan Dunia Perbankan Sejak Dini, BPR Bank Bantul Ajak Anak Belajar Menabung

Perbankan Bantul berperan besar mengenalkan kebiasaan menabung

Solopos.com, BANTUL — Sejumlah pelajar sekolah dasar dari SD Jarakan diajak mengenal bank dan belajar membedakan uang asli dan palsu. Acara yang digagas oleh BPR Bank Bantul ini juga berupaya mendorong anak untuk rajin menabung.

“Kami mengajak kerjasama sekolah untuk mengajarkan anak tentang budaya menabung. Kami terangkan pada anak-anak keuntungan menabung, tujuan sampai pengenalan uang palsu,” ujar Kasub Tabungan BPR Bank Bantul, Ratno Setiabudi saat ditemui di Bantul Expo, Pasar Seni Gabusan, Jumat (4/8/2017).

Tampak puluhan anak dari SD Negeri Jarakan antusias mendengarkan paparan tentang bank. Bahkan, sejumlah anak juga tampak antusias belajar cara menghitung uang seperti yang dilakukan para teller bank.

Ratno memaparkan dalam acara tersebut anak-anak kembali dijelaskan tentang proses menabung dari alur datang ke bank, penyetoran uang hingga manajemen perbankan lainnya.

“Selama ini, anak-anak menabung di sekolah, melalui edukasi ini kami arahkan mereka untuk menabung di bank. Karena banyak keuntungan dengan menabung di bank,” papar Ratno.

Melalui edukasi tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi sekolah dan anak-anak yang menabung di bank. Ratno menambahkan bagi bank, upaya ini menjadi salah satu peluang untuk dapat menghimpun dana dari tabungan sekolah.

Hingga saat ini, Ratno memaparkan sudah ada ratusan sekolah di Bantul yang telah menjadi nasabah BPR Bank Bantul. Ratno mengungkapkan potensi penghimpunan dana dari sekolah ternyata sangat besar. Pasalnya, nilai tabungan dari sekolah yang diperoleh dari tabungan pelajar yang diinvestasikan ke bank dapat mencapai ratusan juta rupiah.

“Kami nanti arahkan untuk memasukkan uang mereka di bank. Karena ternyata nilainya cukup besar, bahkan ada satu sekolah yang sudah bergabung dua tahun dengan kami tabungannya mencapai Rp100 juta lebih. Ada juga yang sampai hampir setengah miliar rupiah,” jelas Ratno.

Lowongan Pekerjaan
PT. GITA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Seni Rupa Solo dan Melindurisme

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (5/8/2017). Esai ini karya Halim H.D., seorang networker kebudayaan yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah halimhade@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Cara paling gampang untuk mengingat, apalagi dalam bentang sejarah, lihat saja jejak yang besar….