Petugas membersihkan kaca etalase di Museum Keris, Solo, Jumat (3/8/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Petugas membersihkan kaca etalase di Museum Keris, Solo, Jumat (3/8/2017). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Rabu, 9 Agustus 2017 13:05 WIB Indah Septiyaning W./JIBI/Solopos Peristiwa Share :

Jokowi Ajak Masyarakat Kunjungi Museum Keris Nusantara di Solo

Presiden Jokowi meresmikan Museum Keris Nusantara di Solo.

Solopos.com, SOLO — Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana meresmikan Museum Keris Nusantara di Solo, Rabu (9/8/2017). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo.

Dalam sambutannya Jokowi menyampaikan saat ini anak-anak generasi bangsa lebih senang terhadap gadget dibanding keris. Padahal keris merupakan warisan budaya bangsa yang penuh filosofi.

“Walaupun mengejar kemajuan tidak boleh tercerabut, meninggalkan adiluhung bangsa. Sudah sepantasnya melestarikan budaya bangsa termasuk keris,” kata Jokowi.

Jokowi berharap kehadiran Museum Keris Nusantara membuat masyarakat bisa melihat perjalanan keris, tombak, pedang dan lain lain yang merupakan warisan budaya Indonesia.

Seusai meresmikan Museum Keris Nusantara yang berlokasi di Jl. Bhayangkara Solo, Jokowi dan rombongan meninjau museum.

Sebagaimana diketahui, Museum Keris Nusantara dibangun secara bertahap oleh Pemerintah Pusat dimulai sejak 2013 lalu. Dengan rincian Rp7,9 miliar untuk tahap I, Rp5 miliar di tahap II dan di 2015 atau tahap III senilai Rp8,2 miliar.

Anggaran tersebut dikucurkan untuk pembangunan fisik dan juga rehab bangunan cagar budaya (BCB) eks Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mangunjayan yang masuk dalam kompleks museum. Sedangkan untuk diorama dan storyline menggunakan APBD 2016 senilai Rp1,2 miliar, serta hibah 1,3 miliar dari pemerhati keris.

Museum Keris dibangun di sisi selatan Stadion Sriwedari, tepatnya di dekat bangunan bekas Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mangunjayan atau bekas gedung Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) dan gedung Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari).

Museum ini memiliki koleksi bermacam-macam seperti keris, tombak, dan pedang. Perinciannya keris 409 bilah dan tombak 38 bilah. Museum ini juga menerima pinjaman 61 buah keris dari Himpunan Permerhati Keris Senopati Nusantara.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan pendirian Museum Keris bertujuan untuk menguatkan keberadaan Solo sebagai kota budaya. Operasional Museum Keris akan menjadi sarana edukasi bagi pengunjung tentang keris, serta keberagaman tosan aji yang ada di Indonesia.

Museum Keris inipun dinilai mampu menjadi destinasi wisata baru di Kota Bengawan yang berfungsi sekaligus sebagai media pendidikan bagi anak-anak. “Di dalam museum ini dilengkapi dengan sarana edukasi tentang asal-usul dan pembuatan keris,” katanya.

lowongan pekerjaan
CV. HORISON, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…