Foto Kincir Angin (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto) Foto Kincir Angin (JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto)
Rabu, 9 Agustus 2017 08:55 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

INFRASTRUKTUR BANTUL
Proyek Mangkrak Bertebaran di Pantai Selatan, Apa Saja?

Infrastruktur Bantul, ada sejumlah proyek yang belum rampung

Solopos.com, BANTUL– Meredupnya sejumlah mega proyek di pantai selatan tak hanya dialami Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB). Sejumlah proyek yang pernah direncanakan tetapi  tak kunjung terlaksana sejatinya bertebaran di pesisir Bantul.

Baca Juga : ENERGI LISTRIK ALTERNATIF : Petani Pertanyakan Realisasi Mega Proyek Kincir Angin, Tapi?

Pembangkit listrik tenaga angin alias PLTB bukan satu-satunya mega proyek yang kini menguap kabarnya kendati telah dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo dua tahun lalu. Sejumlah proyek besar yang pernah dihembuskan pemerintah di pesisir selatan Bantul kini juga meredup kabarnya dan tidak pasti apakah akan terlaksana atau tidak.

Sejak 2015 lalu, Pemerintah DIY dan Pemkab Bantul getol mengumumkan rencana pembangunan area relokasi tambak udang seluas hingga 90 hektare di Kecamatan Sanden, Bantul. Area seluas itu untuk menampung tambang udang tak berizin alias ilegal di Kabupaten Bantul, Kulonprogo hingga Gunungkidul yang kerap menuai persoalan lingkungan dan konflik sosial antara petani dan petambak udang.

Tahun lalu, Pemerintah DIY bahkan telah menetapkan zona tambak seluas 111 hektare di Desa Srigading, Sanden. Namun sampai sekarang tak ada tanda-tanda sentra tambak udang itu akan dibangun.

“Sama halnya dengan PLTB, belum ada kejelasan soal tambak udang itu sampai sekarang,” ungkap Kepala Desa Srigading Wahyu Widodo, ditemui Selasa (8/8/2017).

Tak jelasnya mega proyek tambak udang menurutnya terindikasi dari sejumlah hal. Pertama karena belum ada sosialisasi ke warga terdampak lahan tambak sampai saat ini. Kedua, belum adanya kepastian anggaran ikhwal rencana pembangunan tambak.

“Dulu memang pernah ada paparan soal zona tambak, tapi ke pemerintah desa. Itu namanya koordinasi bukan sosialisasi. Kalau sosialisasi berarti ke seluruh warga,” ujar dia.

Lantaran pembangunan tak kunjung dimulai, tambak ilegal sampai sekarang terus menjamur. Tambak udang tak berizin yang kerap dianggap merusak tanaman hortikultura di sekitarnya tersebut mudah ditemukan di sepanjang pesisir selatan Bantul.

Lowongan Pekerjaan
PT. Hutama Karya (Persero), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Seni Rupa Solo dan Melindurisme

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (5/8/2017). Esai ini karya Halim H.D., seorang networker kebudayaan yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah halimhade@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Cara paling gampang untuk mengingat, apalagi dalam bentang sejarah, lihat saja jejak yang besar….