Warga melintas di jalan kampung Dukuh Ngalang-alang, Desa Sorogaten, Tulung, Selasa (8/8/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos) Warga melintas di jalan kampung Dukuh Ngalang-alang, Desa Sorogaten, Tulung, Selasa (8/8/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)
Rabu, 9 Agustus 2017 05:35 WIB Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos Klaten Share :

Ikut Lomba K3, Warga Klaten Bikin Bendera Sepanjang 500 Meter

Warga Desa Sorogaten, Kecamatan Tulung, Klaten, membuat bendera sepanjang 500 meter untuk lomba K3.

Solopos.com, KLATEN — Sebuah bendera merah putih sepanjang 500 meter terbentang di Dukuh Ngalang-alang, Desa Sorogaten, Kecamatan Tulung. Bendera dengan lebar 60 sentimeter itu dipadang untuk penilaian lomba Kebersihan Keindahan dan Ketertiban (K3) tingkat Kabupaten Klaten.

Pantauan Solopos.com, bendera itu dibentangkan melintasi tiga RT yaitu RT 001, RT 002, dan RT 003/RW 001 mulai dari gapura pintu masuk kampung sampai ujung seberang kampung. Bendera serupa sepanjang 200 meter di bentangkan di bagian lain.

Sebanyak 200 bendera berukuran kecil juga dipasang di tepi-tepi jalan kampung yang tampak bebas dari sampah itu. Warga RT 001/RW 001, Dukuh Ngalang-alang, Desa Sorogaten, Sutomo, mengatakan pemasangan bendera sepanjang 500 meter itu karena dukuh tersebut menjadi perwakilan kecamatan dalam lomba K3 tingkat Kabupaten Klaten.

Pembuatan bendera panjang dinilainya belum ada yang melakukan. “Kami harus bikin gebrakan. Awalnya kami rencana potong-potong 50 meteran. Lalu kami pikir kalau disambung bagimana? Kalau enggak sulit enggak apa. Akhirnya kami coba,” kata dia saat ditemui Solopos.com di rumah Ketua RW 001, Ediyanto, Selasa (8/8/2017).

Ia menerangkan pembuatan bendera itu dikerjakan seorang penjahit di kampung tersebut. Butuh waktu sepekan untuk menjahit bendera sepanjang 700 meter dan 200 lembar bendera kecil.

Total anggaran yang dipakai untuk membuat bendera itu Rp2,1 juta. “Kalau pesan di luar, waktunya enggak cukup,” terang dia.

Pemasangan bendera, lanjut Sutomo, memilih jalan yang dianggap tak mengganggu lalu lintas warga mengangkut hasil panen. Maka dipilihlah jalan melintasi tiga RT tersebut.

Di sepanjang jalan itu, pagar-pagar dicat warna merah jambu dan dilengkapi tempat sampah dari anyaman bambu. “Ini semua murni ide masyarakat dan dilakukan secara swadaya,” beber dia.

Menurut rencana, tim penilai lomba K3 bakal menyambangi dukuh tersebut pada 23 Agustus mendatang. Ketua BPD Desa Sorogaten itu berharap upaya yang dilakukan warga berbuah juara.

Namun, di sisi lain, ia menghendaki ada perhatian dari pemerintah desa dan kecamatan, semacam dorongan spiritual-material untuk meningkatkan taraf kehidupan sosial masyarakat. “Warga bisa diberi pelatihan yang bisa mengangkat taraf hidup warga misal kerajinan hingga pengolahan hasil panen. Saya juga berharap kerukunan warga di sini juga semakin kuat,” harap Sutomo.

Pada kesempatan yang sama, Ketua RW 001, Dukuh Ngalang-alang, Desa Sorogaten, Ediyanto, mengatakan bendera sepanjang 500 meter merupakan ide masyarakat. Melalui bendera itu ia ingin menyatukan masyarakat supaya kerukunan terus berjalan, bergotong royong, dan bekerja bersama merangkul semua kalangan.

“Ini momentum buat semangat warga gotong royong. Yang dipandang bukan juaranya, yang penting guyub rukun warga dengan swadayanya,” tutur Edi.

Camat Tulung, Rahmat Sugiarto, mengapresiasi kreasi warga Dukuh Ngalang-alang. Apa yang dilakukan warga selama ini belum pernah dilakukan di daerah lain. Ia juga memberikan beberapa saran kepada warga seperti pagar-pagar pembatas jalan dan pekarangan paling tidak dibersihkan dan dilabur pakai gamping.

“Kedua, pekarangan yang kosong kalau bisa dibersihkan syukur-syukur dimanfaatkan,” ujar dia, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Selasa.

Menurut Rahmat, semangat warga dan rasa kebersamaan yang tinggi menjadi salah satu pertimbangan dukuh Ngalang-alang menjadi wakil Tulung. “Yang paling utama itu. Kalau fisik bangunan banyak dukuh lain yang bagus. Kami ingin semangatnya,” tutur dia.

 

lowongan pekerjaan
PT.SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…