Suasana Pasar Hewan Jatinom, Klaten, Rabu (9/8/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos) Suasana Pasar Hewan Jatinom, Klaten, Rabu (9/8/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)
Rabu, 9 Agustus 2017 22:35 WIB Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos Klaten Share :

IDULADHA 2017
Harga Sapi Jawa di Klaten Turun, Sapi Metal Naik Tipis

Menjelang Iduladha 2017, harga sapi Jawa di Klaten turun.

Solopos.com, KLATEN — Harga sapi Jawa di Klaten turun hingga Rp1 juta per ekor menjelang Iduladha 2017. Satu ekor sapi Jawa yang semula harganya Rp15 juta per ekor kini menjadi Rp14 juta per ekor.

Penurunan harga sapi sudah berlangsung selama dua pasaran atau sepuluh hari terakhir. Salah satu pedagang sapi, Kardi Harmanto, 62, warga Gemampir, Karangnongko, menduga penurunan harga sapi lantaran banyak warga yang sudah memiliki sapi untuk kurban.

“Harganya masih bagus tahun lalu bisa sampai Rp16 juta-Rp17 juta per ekor,” kata dia saat ditemui Solopos.com di Pasar Hewan Jatinom, Klaten, Rabu (9/8/2017).

Ia mengatakan untuk mendapatkan harga lebih tinggi, sapi miliknya dia jajakan di Pasar Hewan Prambanan setiap Pon. Di sana, harga per ekor sapi Jawa mencapai Rp14,5 juta. “Di sana harga lebih tinggi Rp500.000. Lumayan,” tutur dia.

Lain cerita dengan Sutarno, 66, pedagang sapi asal Temu Ireng, Jatinom. Sutarno mengatakan menjual sapi jenis metal di pasar itu seharga Rp18 juta per ekor. Harga itu relatif stabil dalam beberapa pekan terakhir.

“Permintaan mulai banyak walau naiknya cuma Rp500.000,” tutur dia.

Pagi itu, ia membawa lima ekor sapi, tiga di antaranya laku terjual. Selain di Jatinom, ia juga berjualan di Prambanan dan Sunggingan, Boyolali. Harga kambing masih normal.

Sarjono, 61, warga Musuk Boyolali, menuturkan saat ini harga satu ekor kambing Jawa mencapai Rp1,5 juta-Rp2 juta per ekor. Saat mendekati Lebaran Haji, harga biasanya meningkat hingga menjadi Rp2,3 juta.

“Kalau sekarang ini masih normal. Biasanya H-3 sampai hari H paling banyak permintaan karena orang mulai butuh kambing untuk kurban,” kata Sarjono.

Pedagang lain, Kawit, 55, warga Karanganyar, Musuk, Boyolali. Harga kambing jenis peranakan etawa (PE) miliknya dihargai Rp1,8 juta. Kenaikan biasanya hanya Rp200.000 atau menjadi Rp2 juta.

 

Lowongan Pekerjaan
Staf IT Rumah Sakit Mata Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Seni Rupa Solo dan Melindurisme

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (5/8/2017). Esai ini karya Halim H.D., seorang networker kebudayaan yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah halimhade@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Cara paling gampang untuk mengingat, apalagi dalam bentang sejarah, lihat saja jejak yang besar….