Foto ilustrasi Gunung Merapi (Gigih M. Hanafi) Gunung Merapi (Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 9 Agustus 2017 20:15 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

HUT RI, Jumlah Pendaki Gunung Merapi Dibatasi pada 15-17 Agustus

Jumlah pendaki Gunung Merapi dibatasi saat peringatan HUT RI.

Solopos.com, KLATEN — Jumlah pendaki yang akan naik ke Gunung Merapi bertepatan dengan perayaan HUT RI akan dibatasi. Pembatasan dilakukan mempertimbangkan kapasitas area perkemahan di Pasar Bubrah.

Jumlah pendaki pada perayaan HUT RI cenderung meningkat karena banyak yang ingin merayakan kemerdekaan dengan menggelar upacara bendera di puncak gunung. Kepala Resort Kemalang dan Pengendali Ekosistem Hutan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Arif Sulfiantono, mengatakan pembatasan dilakukan selama tiga hari yakni 15-17 Agustus.

Jalur resmi pendakian Gunung Merapi yakni melalui Selo, Kabupaten Boyolali, serta jalur pendakian Sapuangin, Kabupaten Klaten. “Untuk Sapuangin itu satu harinya dibatasi 50 orang sehingga tiga hari 150 orang. Selo sampai 2.500 orang selama tiga hari. Pertimbangan utamanya karena kapasitas yang mampu menampung sampai Pasar Bubrah sebanyak itu,” urai Arif saat ditemui di Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Rabu (9/8/2017).

Arif mengatakan jalur pendakian terbagi dalam empat pos baik melalui jalur Selo maupun Sapuangin. Ia mengatakan jumlah pendaki setiap naik ke pos pendakian dibatasi.

“Di jalur Sapuangin itu harus naik 10 orang dulu. Ketika sudah sampai di pos II, itu maksimal 20 orang tidak bisa lebih,” kata dia.

Arif mengatakan para pendaki dilarang naik hingga puncak Gunung Merapi. Selain itu, mereka diminta menjaga kebersihan dan tak melakukan vandalisme.

“Utamanya yang terlarang itu jangan naik ke puncak Gunung Merapi karena bahaya letusan freaktif. Kemudian ada bahaya gas beracun juga. Para pendaki juga akan diberikan kantong plastik agar mereka membawa pulang sampah-sampah selama di pendakian,” ujar dia.

Salah satu pengelola jalur pendakian Sapuangin, Desa Tegalmulyo, Kemalang, Martono, mengatakan rata-rata jumlah pendaki yang melintasi jalur Sapuangin mencapai 16-18 orang. Jumlah pendaki pada akhir pekan berkisar 20 orang.

Panjang jalur pendakian melalui Sapuangin 5,4 km hingga Pasar Bubrah dengan empat pos pendakian. Martono mengatakan ada 13 warga yang menjadi tim rescue di jalur Sapuangin.

“Untuk retribusi naik melalui jalur Sapuangin itu pada hari biasa Rp41.000/orang dan libur Rp43.500/orang. Untuk pendakian perayaan HUT Kemerdekaan memang sudah ada yang mendaftar,” katanya.

 

Lowongan Pekerjaan
PT. Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Neorevitalisasi Pabrik Gula Colomadu Karanganyar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (7/8/2017). Esai ini karya Dyah S. Pradnya P., dosen di Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah dyah_pradnya@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Kompleks Pabrik Gula Colomadu di Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu,…