Camat Colomadu, Karanganyar, Yophy Eko Jatiwibowo (paling kanan), saat sidak di agen elpiji di Tohudan, Colomadu, Rabu (9/8/2017). (Iskandar/JIBI/Solopos) Camat Colomadu, Karanganyar, Yophy Eko Jatiwibowo (paling kanan), saat sidak di agen elpiji di Tohudan, Colomadu, Rabu (9/8/2017). (Iskandar/JIBI/Solopos)
Rabu, 9 Agustus 2017 20:35 WIB Iskandar/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

ELPIJI KARANGANYAR
Gas Melon Langka, Polisi dan Camat Colomadu Sidak ke Agen

Camat Colomadu bersaman kepolisian setempat mengadakan sidak ke agen elpiji 3 kg.

Solopos.com, KARANGANYAR — Petugas gabungan Pemerintah Kecamatan Colomadu dan Polsek Colomadu, Karanganyar, mengadakan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga agen elpiji di wilayah itu.

Hal itu dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat yang mengeluh sulitnya mendapat elpiji 3 kilogram (kg). “Masyarakat resah karena mereka sekarang ini kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg. Karena itu kami bersama pemerintah kecamatan mengadakan sidak ke agen elpiji di Colomadu,” ujar Kapolsek Colomadu, AKP Joko Waluyono, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, didampingi Camat Colomadu Yophy Eko Jatiwibowo dan jajarannya saat ditemui wartawan di sela-sela sidak, Rabu (9/8/2017).

Menurut Joko, ada tiga agen elpiji di Colomadu yang disidak, namun belum bisa diketahui apa penyebab kelangkaan epliji di Colomadu. Karena itu, Joko berencana melacak mata rantai distribusi elpiji ini sampai tingkat pengecer atau paling bawah. (Baca juga: Elpiji 3 Kg Langka di Pinggiran Karanganyar)

Dengan langkah tersebut dia berharap bisa menemukan simpul permasalahan yang membelit warga ini. Selain itu Joko juga berkoordinasi dengan tim Saber Pungli Karanganyar.

Sementara itu, Camat Colomadu, Yophy Eko Jatiwibowo, mengatakan tiga agen elpiji yang disidak di Colomadu adalah PT Bayu Wisnu Sejahtera di Malangjiwan, PT Patra Laras Malangjiwan, dan PT Berlian Ananda Tohudan. Berdasar informasi di lapangan kuota delivery order (DO) PT Bayu pada Agustus ini sama dengan sebelumnya.

Sedangkan DO di Malangjiwan dan Tohudan dikurangi jumlahnya. Konsumsi elpiji 3 kg setelah Lebaran diperkirakan menurun, tak sebanyak ketika Bulan Puasa atau Lebaran.

“Tapi kenyataannya elpiji 3 kg bersubsidi ini di masyarakat langka. Padahal kuota dari agen ke pangkalan dan ke pengecer sudah disalurkan sesuai DO. Terus ke mana larinya elpiji 3 kg ini,” ujar dia.

Dia menjelaskan sidak yang digelar bersama Polsek Colomadu itu dilakukan karena ada laporan warga soal kelangkaan elpiji 3 kg. Setelah itu dia melaporkan persoalan ini ke Bupati Karanganyar Juliyatmono dan bupati menugaskannya turun lapangan.

Sementara itu, salah seorang pegawai PT Berlian Ananda Tohudan, Indah, mengaku tidak tahu persis apa penyebab kelangkaan elpiji 3 kg di Colomadu. Namun dia mengakui pemenuhan DO perusahaannya oleh Pertamina berkurang.

Terpisah, salah seorang warga Baturan, Colomadu, Anto mengatakan kira-kira sudah dua pekan lalu warga di wilayah tempat tinggalnya kesulitan mendapatkan elpiji 3 kg. “Kemarin ada yang menjual satu tabung elpiji 3 kg Rp20.000. Tapi karena tinggal satu langsung ludes dibeli orang,” ujar dia.

Sedangkan salah seorang warga Gawanan, Tri, juga mengaku kesulitan mencari gas. Bahkan tetangganya harus membeli gas 3 kg sampai ke Kota Solo.

“Warung di sebelah saya itu katanya sudah dua hari malah tidak berjualan karena kesulitan mendapatkan gas elpiji,” papar dia.

 

SMK MUHAMMADIYAH 04 BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Neorevitalisasi Pabrik Gula Colomadu Karanganyar

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (7/8/2017). Esai ini karya Dyah S. Pradnya P., dosen di Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah dyah_pradnya@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Kompleks Pabrik Gula Colomadu di Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu,…