Menteri Kesehatan melihat proses imunisasi Measles Rubella di Madrasah Tsanawiyah Negeri 10, Jl. Damai, Sleman, Selasa (1/8). Pemerintah berkomitmen untuk menghilangkan penularan dan populasi virus campak dan rubella di tahun 2020 serta mengkampanyekan pemberian imunisasi tersebut pada anak usia sembilan bulan sampai usia di bawah 15 tahun, untuk menekan kejadian kasus campak (measles) dan rubella. (HArian JOgja/Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja) Menteri Kesehatan melihat proses imunisasi Measles Rubella di Madrasah Tsanawiyah Negeri 10, Jl. Damai, Sleman, Selasa (1/8). Pemerintah berkomitmen untuk menghilangkan penularan dan populasi virus campak dan rubella di tahun 2020 serta mengkampanyekan pemberian imunisasi tersebut pada anak usia sembilan bulan sampai usia di bawah 15 tahun, untuk menekan kejadian kasus campak (measles) dan rubella. (HArian JOgja/Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 9 Agustus 2017 16:55 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Capaian Imunisasi MR di Gunungkidul Masih Jauh dari Target

Pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR) di Gunungkidul masih jauh dari target

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Pelaksanaan imunisasi Measles Rubela (MR) di Gunungkidul masih jauh dari target. Sejak digulirkan pada Selasa (1/8/2017) lalu, hingga saat ini baru menyasar kepada 30.605 anak.

Padahal untuk menyukseskan program ini, Dinas Kesehatan menargetkan 147.000 anak mendapatkan imunisasi tersebut.

Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi, Dinas Kesehatan Gunungkidul Niken Widyawati mengaku pelaksanaan imunisasi MR masih jauh dari target. Sebab, dari target 147.000 anak mendapatkan vaksin, capaiannya baru 30.605 anak.

Namun demikian, ia tidak memermasalahkan hal tersebut karena kondisi yang sama juga terjadi di daerah lain. “Capaian kita baru di angka 20% dari target. Jumlah ini tidak berbeda jauh dengan capaian di daerah lain di DIY,” kata Niken kepada Solopos.com, Selasa (8/8/2017).

Menurut dia, masih ada waktu untuk mencapai target tersebut. rencananya imunisasi di tingkat sekolah akan dilakukan hingga akhir Agustus. Diharapkan rentang waktu tersebut, seluruh anak-anak sekolah dapat terjangkau imunisasi MR. Sedang untuk anak yang belum memasuki usia sekolah akan dijangkau melalui pelayanan Posyandu di September mendatang.

“Kita sudah buat jadwalnya. Selain itu, untuk menyukseskan program ini kami juga bekerja sama dengan Disdikpora Gunungkidul,” ujarnya.

Niken mengungkapkan, keyakinan dapat mencapai target 147.000 anak mendapatkan vaksin MR tidak lepas dari capaian imunisasi di Gunungkidul yang mencapai 97% setiap tahunnya. Hal ini mengambarkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti imunisasi sangat tinggi dapat membantu dalam menyukseskan program Imunisasi MR.

“Seluruh petugas medis yang ada juga akan dikerahkan untuk meberikan pelayanan imunisasi ini. Jadi saya yakin di akhir September mendatang, target tersebut dapat dicapai,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, pemberian imunisasi campak dan rubella merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat. Rencananya imunisasi ini dilaksanakan di seluruh Indonesia secara serempak.

Namun demikian, lanjut dia, pemberian vaksin terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama, pelaksanaan imunisasi mencakup anak-anak di lingkup Pulau Jawa da dilaksanakan di tahun ini. Sedang untuk luar Pulau Jawa diberikan kepada anak-anak dengan rentang usia sembilan bulan hingga 15 tahun di tahun depan.

“Imunisasi ini sangat penting untuk mencegah penyakit cacar dan rubella sehingga tumbuh kembang anak dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Lowongan Pekerjaan
PT. Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Seni Rupa Solo dan Melindurisme

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (5/8/2017). Esai ini karya Halim H.D., seorang networker kebudayaan yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah halimhade@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Cara paling gampang untuk mengingat, apalagi dalam bentang sejarah, lihat saja jejak yang besar….