Ilustrasi tenaga kerja Indonesia (TKI) sektor formal yang bakal ditempatkan di negara tujuan untuk mengisi lowongan kerja bidang kelautan, perhotelan, pertanian, pertambangan dan jasa. (JIBI/Solopos/Antara/Nyoman Budhiana) Ilustrasi tenaga kerja Indonesia (TKI) sektor formal yang bakal ditempatkan di negara tujuan untuk mengisi lowongan kerja bidang kelautan, perhotelan, pertanian, pertambangan dan jasa. (JIBI/Solopos/Antara/Nyoman Budhiana)
Rabu, 9 Agustus 2017 14:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

BP3TKI Catat Korsel Favorit TKI Jateng

BP3TKI menyimpulkan Korea Selasat (Korsel) sebagai megara favorit TKI Jateng.

Solopos.com, SEMARANG — Menilik catatan penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jawa Tengah (Jateng) selama ini, Balai Pelayanan Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jawa Tengah menyimpulkan Korea Selatan masih menjadi negara favorit tujuan TKI asal provinsi ini.

“Tahun ini saja ada 14.200 orang yang mendaftar menjadi TKI ke Korsel, 5.000 orang di antaranya sudah lulus dan siap diberangkatkan ke sana,” kata Kepala BP3TKI Jateng Suparjo di Kota Semarang, Selasa (8/8/2017).

Ia menduga Negeri Ginseng itu menarik perhatian para TKI karena gaji yang ditawarkan sangat besar, seperti pekerja pabrik yang baru masuk bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp16 juta/bulan. Apabila sudah cukup lama bekerja, lanjut dia, seperti sudah satu tahun, maka gajinya bisa lebih besar lagi, sampai Rp20 juta/bulan sehingga menarik para TKI untuk bekerja di negara tersebut.

“Ya, memang begitu. Istilahnya, pekerja kasar saja gajinya besar. Makanya, Korea ini termasuk negara favorit tujuan para TKI, khususnya yang berasal dari Jateng,” katanya. Biasanya, imbuh dia, mereka yang tertarik mendaftar sebagai TKI ke Korsel merupakan lulusan sekolah menengah atas (SMA) ke atas, atau termasuk mereka yang berpendidikan tinggi.

Selain Korsel, Suparjo menyebutkan Hongkong, Tiongkok, kemudian Malaysia, Singapura dan Taiwan juga termasuk negara favorit tujuan para TKI Jateng untuk bekerja di luar negeri. “Kami sudah memberangkatkan 2.421 TKI ke Hongkong, Taiwan sebanyak 2.407 TKI, kemudian Singapura ada 1.645 TKI dan Malaysia sebanyak 942 TKI. Ya, negara-negara itu termasuk favorit TKI,” katanya.

Sementara itu, untuk negara-negara di Timur Tengah, kata dia, sampai saat ini masih tetap banyak yang mendaftar bekerja menjadi TKI, tetapi hanya mereka yang bekerja di sektor formal. “Untuk sektor informal kan memang ada moratorium [penghentian sementara]. Jadi, yang diizinkan bekerja sebagai TKI di Timur Tengah hanya untuk pekerja sektor formal,” katanya.

Ia menyebutkan wilayah Jateng termasuk pengirim TKI dalam jumlah besar, bahkan untuk tahun 2017 ini, hingga periode Juli, sudah diberangkatkan 14.210 TKI asal Jateng ke 23 negara. “Periode 1-7 Agustus 2017, ada sebanyak 417 TKI yang kami berangkatkan sesuai prosedur. Artinya, proses akhirnya di BP3TKI Jateng. Ya, ke 23 negara tujuan tersebut,” kata Suparjo.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Potensi Lokal untuk Kemandirian Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (11/8/2017). Esai ini karya Hadis Turmudi, mahasiswa Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta dan sedang menulis tesis tentang desa dan otonomi asli. Alamat e-mail penulis adalah adis.mandiri@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Desa-desa di Nusantara yang berjumlah kurang…