Yusuf Mansur bersama istri menunjukkan sertifikat dari MUI untuk Paytren. (Istimewa/Instagram) Yusuf Mansur bersama istri menunjukkan sertifikat dari MUI untuk Paytren. (Istimewa/Instagram)
Rabu, 9 Agustus 2017 13:45 WIB JIBI/Solopos.com/Newswire Ekonomi Share :

Bisnis Paytren Yusuf Mansyur Dapat Sertifikat Syariah dari MUI

Sembari menerima sertifikat, Ustaz Yusuf Mansur meminta maaf ketika ada kesalahan-kesalahan di masa lalu.

Solopos.com, JAKARTA – Bisnis Paytren Ustaz Yusuf Mansur mendapatkan sertifikat syariah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebelumnya, bisnis ini sempat memicu pertentangan lantaran dianggap mengadopsi sistem multilevel marketing yang tak sesuai dengan prinsip muamalah.

Penyerahan sertifikat syariah untk Paytren yang langsung diberikan KH Ma’ruf Amin. Tentunya sertifikat ini sebagai bayaran atas kerja keras Yusuf Mansur mendapatkan kepercayaan dari publik.

“Alhamdulillah kita semua mendapatkan sertifikat syariah. Jadi Paytren beroperasi secara syariah, hari berbahagia buat kita. Ini prosesnya mendapatkannya enggak mudah. Kita terus benahi sistem, kaya disertasi, salah dikit benerin, MUI sangat berwibawa karena kredibel,” jelas Yusuf Mansur seperti dilansir Okezone, Selasa (8/8/2017).

Dengan adanya sertifikat ini, Yusuf Mansur berikhtiar untuk terus menjalankan bisnis yang sesuai aturan dan terpercaya. Ia pun meminta maaf ketika ada kesalahan-kesalahan di masa lalu.

“Dulu memang banyak kesalahan, ada lobang yang dijadikan bahan untuk menghajar. Nah wujud dari pembelajaran kita itu, kita submit ke OJK itu. Insya Allah, saya Yusuf Mansur banyak kekhilafan, kekeliruan, mohon bantuan untuk perbaikan,” sambungnya.

Perusahaan yang dia bangun pun mencoba untuk mengikuti aturan Otoritas Jasa Keuangan. “Submit ulang untuk memenuhi kriteria OJK. Ini pelajaran terbaik, tektok dengan OJK sudah sangat baik,” tandasnya.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…