Ilustrasi kambing Ilustrasi kambing. (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Rabu, 9 Agustus 2017 15:20 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

5 Kambing Milik Warga Gunungkidul Jadi Mangsa Anjing Liar

Masyarakat Desa Purwodadi, Tepus mulai mewaspadai keberadaan anjing liar yang memangsa ternak warga

 

Solopos.com, GUNUNGKIDUL – Masyarakat Desa Purwodadi, Tepus mulai mewaspadai keberadaan anjing liar yang memangsa ternak warga. Pasalnya dalam beberapa hari terakhir ada lima ekor kambing yang mati karena digigit hewan liar tersebut.

Baca juga : PETERNAKAN GUNUNGKIDUL : Duh, Serangan Hewan Buas Terus Terjadi

Kepala Desa Purwodadi, Sucipto mengakui matinya lima kambing milik warga karena serangan anjing liar bukan hal yang baru karena hampir terjadi setiap tahun. Dia menyontohkan, di tahun lalu ada belasan kambing warga yang mati karena digigit kawanan anjing liar.

“Tahun lalu serangan terjadi Dusun Pulegundes I, Pulegundes II, Puleireng, serta Dusun Bengle II. Untuk tahun ini, serangan baru menyasar di Dusun Sureng yang lokasinya dari Pantai Siung hingga Ngondo,” kata Sucipto saat dihubungi wartawan, Rabu (9/8/2017).

Dia menjelaskan, masyarakat bisa mengenali jika kambing mati karena dimangsa anjing liar terlihat dari ciri-ciri serangan. Sama seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, pada kambing mati terdapat luka gigitan di bagian leher. “Kawanan itu tidak memakan sampai habis karena yang dimakan hanya sebagian saja, kemudian ditinggal pergi,” ujarnya.

Sucipto menduga serangan terjadi karena stok makanan di alam bebas telah habis sehingga kawanan anjing liar itu menyerang ternak. Terlebih lagi, lanjut Sucipto, keberadaan ternak-ternak tersebut diperlihara di sekitar ladang pertanian yang letaknya jauh dari pemukiman warga.

“Sudah saya instruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan. Kalau menemukan hewan ini, saya juga meminta untuk dibunuh saja,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
CV.ASR MEDIKA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…