Perajangan tembakau virginia voor oogst (VO) di Bojonegoro, Minggu (18/10/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Aguk Sudarmojo) Perajangan tembakau virginia voor oogst (VO) di Bojonegoro, Minggu (18/10/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Aguk Sudarmojo)
Rabu, 9 Agustus 2017 22:30 WIB JIBI/Solopos/Antara Ekonomi Share :

2 Anak Perusahaan Dibeli Japan Tobacco, Ini Keuntungan Gudang Garam

Gudang Garam bisa mendapatkan manfaat besar setelah 2 anak perusahaannya dibeli Japan Tobacco Group.

Solopos.com, JAKARTA — Salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia, Gudang Garam, telah sepakat menjual dua anak perusahaannya, yaitu PT Karyadibya Mahardika dan distributor PT Surya Mustika Nusantara (SMN) kepada Japan Tobacco Inc (JT Group).

Penjualan saham senilai $677 juta itu diharapkan selesai pada kuartal IV tahun ini. Selain mengakuisisi saham, perusahaan asal Jepang itu juga mengambil alih utang keduanya senilai US$323 juta.

Dealstreetasia.com, Senin (7/8/2017), melaporkan ini merupakan langkah bisnis besar JT Group di Indonesia. Sebelumnya, mereka mengakuisisi 98,5% saham Senta Tobacco Industri, Mei 2006 lalu, dan menginvestasikan dana senilai US$10 juta. Akuisisi anak perusahaan Gudang Garam ini diyakini akan meningkatkan eksistensi JT Group dalam bisnis rokok di Indonesia.

“Kami sangat senang memasuki pasar kretek Indonesia dengan mendongkrak rantai suplai KDM [Karyadibya Mahardika], termasuk pembelian dan produksi, sebagaimana jaringan distribusi berskala besar SMN,” kata Executive Vice President and President JT Group, Mutsuo Iwai, dikutip laman tersebut.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Robertus Yanuar Hardy mengatakan, lepasnya dua anak usaha dari tubuh GGRM tidak lantas menekan produksi GGRM.

“Perseroan masih memiliki beberapa anak usaha lain yang memiliki kapasitas produksi serta jaringan distribusi yang tidak kalah banyak dan luasnya,” ujarnya dikutip Solopos.com dari Okezone, Senin.

Menurutnya, peluang akuisisi ini dapat dimaksimalkan oleh produsen rokok tersebut untuk diversifikasi lini usaha. Robertus menuturkan peluang itu ada di sektor infrastruktur, yaitu pembangunan Bandara di Kota Kediri.

“Pembangunan Bandara dapat menghasilkan kontribusi pendapatan cukup signifikan bagi perseroan di masa depan,” kata dia.

PT Gudang Garam bisa merasakan dampak akuisisi ini. Dengan dana segar senilai USD677 juta atau Rp8,87 triliun (mengacu kurs Rp13.103 per USD), saham Gudang Garam bisa diburu. Data penutupan perdagangan Rabu (9/8/2017) saham Gudang Garam menjadi Rp66.300/saham dengan market cap senilai Rp128 triliun.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…