Ilustrasi sengketa lahan (hill.org) Ilustrasi sengketa lahan (hill.org)
Selasa, 8 Agustus 2017 19:15 WIB Aries Susanto/JIBI/Solopos Boyolali Share :

Warga Boyolali Terdampak Waduk Kedungombo Cekcok Rebutan Lahan Relokasi

Sejumlah warga terdampak Waduk Kedungombo di Boyolali cekcok terkait lahan relokasi.

Solopos.com, BOYOLALI — Sejumlah warga Desa Kedungmulyo, Kemusu, terlibat cekcok dengan warga lainnya di lahan relokasi Waduk Kedungombo. Kedua pihak bahkan saling melapor ke polisi dengan tuduhan penganiayaan dan penyerobotan lahan orang lain.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa (8/8/2017), cekcok melibatkan dua pihak yang saling mengklaim lahan relokasi. Pihak yang satu mengklaim tanah mereka, sementara pihak lawannya mengklaim itu juga lahan milik mereka. Masalah itu lalu berujung pada ketegangan di antara kedua pihak.

Ketegangan memuncak ketika salah satu pihak berupaya meratakan tanah dengan membawa alat berat ke lokasi, Minggu (6/6/2017) lalu. Mereka datang dengan jumlah 50-an orang dengan alasan akan menjadikan lahan itu lahan publik dan gedung pertemuan.

Langkah ini seketika menuai reaksi dari pihak yang juga mengklaim tanah itu milik mereka. Cekcok rebutan tanah relokasi pun tak terhindarkan. Bahkan sempat terjadi saling tempeleng antartokoh warga.

Insiden itu berlanjut ke kantor polisi. Kedua pihak sama-sama tak terima. Pihak yang ditampar melaporkan pelaku ke polisi dengan tuduhan penganiayaan. Sementara terlapor melaporkan balik pelapor dengan tuduhan menyerobot tanah bukan haknya.

Kapolsek Kemusu, AKP Arifin Suryani, membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihak yang saling melapor itu atas nama Jaswadi H.S. dan Sadiman. Sadiman melaporkan Jaswadi atas dugaan penganiayaan. Sementara Jaswadi balik melaporkan Sadiman atas dugaan penyerobotan lahan.

“Kedua pihak sama-sama melapor ke polisi. Anggota kami sudah memeriksa masing-masing karena kedua pihak sama-sama tak mau berdamai dan ngotot kasus dinaikkan [ke penyidikan],” ujarnya.

Jaswadi H.S. mengaku siap diperiksa polisi dan memberikan keterangan sebenar-benarnya. Menurut Jaswadi, pihaknya sebagai petugas khusus utusan Presiden dalam penanganan relokasi warga Waduk Kedungombo merasa terancam atas kedatangan 50-an warga yang mau meratakan tanah di wilayahnya.

“Saya memang sempat cekcok dengan orang-orang di sana. Kalau soal penempelangan itu, saya hanya membela diri,” tegasnya.

 

Lowongan Pekerjaan
PT. Hutama Karya (Persero), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Seni Rupa Solo dan Melindurisme

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (5/8/2017). Esai ini karya Halim H.D., seorang networker kebudayaan yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah halimhade@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Cara paling gampang untuk mengingat, apalagi dalam bentang sejarah, lihat saja jejak yang besar….