Foto ilustrasi: Untuk mencegah anak dari hal negatif, orang tua harus menjalin komunikasi yang baik dengan anak. (sharpbrain.com) Komunikasi dengan anak (sharpbrain.com)
Selasa, 8 Agustus 2017 01:00 WIB Iskandar/JIBI/Solopos Relation Share :

TIPS PARENTING
Bentengi Anak dari Hal Negatif

Tips parenting kali ini membahas cara membetengi anak dari hal negatif.

Solopos.com, SOLO —Lingkungan pergaulan memiliki pengaruh yang besar terhadap perilaku. Bagi anak-anak dan remaja, lingkungan pergaulan memiliki andil yang besar terhadap perkembangan anak dan remaja.

Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMAN 4 Solo, Sukamto, mengatakan anak-anak yang prestasinya pas-pasan mudah terpengaruh orang lain. Tapi bagi anak yang prestasinya bagus, pengaruh dari luar khususnya yang negatif tak begitu signifikan.

“Sebab anak-anak yang prestasinya bagus konsentrasinya ke prestasi. Mereka sering kali waktunya banyak tersita dengan kegiatan-kegiatan sekolah seperti belajar kelompok dan sebagainya,” ujar dia kepada Solopos.com, belum lama ini.

Menurut dia, ada kemungkinan anak-anak belum siap menerima era globalisasi sehingga anak usia sekolah itu mudah sekali terpengaruh. Mereka ada rasa ingin tahu tapi belum siap menyaring mana yang baik dan yang buruk sehingga anak remaja bayangannya hanya yang indah-indah, yang wah dan sebagainya.

Menyikapi hal demikian orang tua harus hati-hati. Paling tidak saat waktunya pulang sekolah, sementara anak belum di rumah maka orang tua harus mengontrol keberadaan anak.

Hal ini bisa dilakukan dengan mengontak telepon seluler jika anak tersebut membawa telepon. Selanjutnya ditanyakan kenapa belum pulang dan sedang ada kegiatan apa? “Kalau ada kegiatan di sekolah orang tua bisa mengeceknya, ini penting dilakukan,” ujar dia.

Menurut dia, kalau anak tidak diawasi dengan baik dikhawatirkan anak mudah terpengaruh lingkungan. “Kalau pengaruhnya positif, masalah. Namun kalau lingkungannya tidak baik, inilah yang berbahaya,” imbuh dia.

Dia mencontohkan sekarang anak yang prestasinya pas-pasan, saat jam pelajaran banyak yang bolos sekolah dengan main game di luar. Ini terjadi karena pengaruh teman. Penyebabnya, di antaranya karena kemampuan anak pas-pasan, kontrol orang tua kurang dan sebagainya.

Dalam hal ini, ungkap Sukamto, kontrol menjadi kata kunci untuk mengawasi anak. Orang tua yang baik, kata dia, paling tidak melihat apa isi buku pelajaran anak ketika anak pulang sekolah.

Dia menjelaskan hal itu bisa untuk mengetahui apakah yang dikerjakan anak pada hari itu. “Misalnya hari ini jadwalnya X tapi kok tidak ada catatan sama sekali? Lalu anak ini ngapain atau ke mana?” kata dia.

Sebab anak-anak sekarang dinilai sudah pintar. Dari rumah kelihatannya masuk sekolah, tapi ternyata di luar main game dan pulangnya juga sesuai dengan jam pulang sekolah sehingga ketika pihak sekolah menelepon orang tua, mereka kaget karena memang tidak tahu. “Ini bisa terjadi mungkin karena kesibukan orang tua, sehingga tidak sempat mengontrol anak,” jelas dia.

Secara terpisah salah seorang guru BK SMAN Colomadu, Rustamto, mengatakan guna meminimalisasi anak terpapar pengaruh-pengaruh negatif perlu pembatasan-pembatasan di antaranya perlu pembatasan waktu dan sebaiknya anak di bawah kontrol orang tua.

Dia menjelaskan pengaruh teman pergaulan terhadap anak yang sekolah di sekolah favorit ada dua yaitu pengaruh positif dan negatif. Pengaruh positif anak yang sekolah di sekolah favorit bisa mendorong anak lebih maju.

lowongan pekerjaan
DAQU TRAVEL HAJI & UMROH SURAKARTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…