ilustrasi (faktailmiah.com) ilustrasi (faktailmiah.com)
Selasa, 8 Agustus 2017 22:22 WIB Mediani Dyah Natalia/JIBI/Harian Jogja Sains Share :

Teori Konspirasi Sebut Kiamat Bulan Ini, Ini Penjelasan NASA

Kiamat kembali dikabarkan segera terjadi

Solopos.com, JOGJA — Salah satu teori konspirasi menyebut dunia berakhir pada beberapa minggu ke depan di bulan ini.

Dailymail pada Senin (7/8/2017) menulis pakar numerologis kristiani, David Meade sekali lagi memperingatkan mengenai kemungkinan planet raksasa Nibiru akan menabrak bumi.

Menurut teorinya, bulan ini gerhana bulan akan memberikan gambaran jika planet yang belum dikenali oleh para ahli akan menabrak bumi. Maede menekan teori yang tak biasa tersebut didasari dari sejumlah ayat di alkitab.

Sebagian orang menyebut Nibiru sebagai planet X, ada juga yang mengenali sebagai bintang. Ramalan mengenai Nibiru sebagai planet X yang akan menabrak bumi beredar beberapa kali. Pertama kabar ini beredar tahun 2003.

Awal tahun ini, Meade menyatakan Nibiru akan menabrak bumi pada Oktober 2017. Menurut dia, Nibiru mendekat karena ditarik gaya gravitasi dari “binary star” atau bintang kembar matahari.

Dia menjelaskan posisi bintang itu sulit diketahui karena posisinya mendekati bumi.

Sekarang, penjelasan tanggal teori konspirasi diganti. Disebutkan gerhana bulan di Amerika menunjukan tanda-tanda kedatangan planet.

Pada 21 Agustus, tepatnya sebelum teori itu disampaikan, langit Amerika Serikat akan gelap karena mengalami gerhana bulan total yang terlihat dari ujung ke ujung.

Bersamaan dengan gerhana itu, planet besar akan terlihat secara horisontal dan menabrak bumi dan memusnahkan seluruh makhkluk hidup.

Meade mengatakan gerhana adalah pertanda yang harus diwaspadai.

“Gerhana bulan total Amerika pada 21 Agustus 2017 terjadi mayoritas, besar dan menghancurkan,” terang dia kepada Daily Star.

Teori konspirasi menyatakan Nibiru akan tampak di langit pada 23 September sebelum bertubrukan dengan bumi.

Dia juga memaparkan sejumlah teori dan mengklaim beberapa hal tak biasa.

Pertama, dia mengatakan sesuai kitab perjanjian lama Yesaya 13: 9-10 dikatakan,”Sungguh, hari TUHAN datang dengan kebengisan, dengan gemas dan dengan murka yang menyala-nyala, untuk membuat bumi menjadi sunyi sepi dan untuk memunahkan dari padanya orang-orang yang berdosa. Sebab bintang-bintang dan gugusan-gugusannya di langit tidak akan memancarkan cahayanya; matahari akan menjadi gelap pada waktu terbit, dan bulan tidak akan memancarkan sinarnya.

Meade menyatakan ada banyak kebetulan terkait angka 33. Hal ini menunjukkan wahyu Tuhan semakin dekat.

Terakhir, dia menuturkan menurut nubuatan itu, diprediksi bintang kembar matahari itu akan datang dari Kutub Selatan.

Penulis buku Planet X-The 2017 Arrival mengatakan bintang itu akan membawa tujuh orbit, termasuk Nibiru [terbesar], planet biru yang dikenali sebagai Planet X dan menghancurkan planet kita.

Nibiru, seringkali dikenal sebagai Planet X. Objek ini terletak di pinggir sistem tata surya kita.

Teori konspirasi percaya gravitasi mempengaruhi Nibiru. Planet yang menghancurkan planet lain beberapa tahun lalu.

Pria yang menulis berita mengenai Planet X Januari lalu mengatakan,”Sistem ini tidak berkaitan dengan gerhana sistem tata surya kita. Namun benda asing itu mendekati kita dari sudut yang miring dan mengarah ke Kutub Selatan.

“Untuk mengetahui kebenarannya sulit, kecuali Anda dapat terbang di atas Amerika Selatan menggunakan kamera yang canggih,” kata dia.

Melalui bukunya, dia mengklaim telah menyertakan bukti ilmiah, tetapi pembaca bukunya lebih banyak berkomentar dari sisi agama.

Seorang pembaca berkata,”Di websitenya, dia fokus pada fakta dan ilmu pengetahuan yakni menggunakan bukti astronomi. Namun setelah beberapa belas halaman, mereka justru mendapati faktor agama hampir setebal 40 halaman atau sekitar sepertiga buku, yang mengarah pada tujuan dan mimpi.”

Lebih lanjut dia mengatakan bagaimana sejumlah pernyataan sebagai fakta hanya karena Tuhan mengatakan di alkitab dan kemudian mengulang-ulang.

Komunitas ahli menyatakan tidak percaya keberadaan Nibiru. Sementara National Aeronautics and Space Administration (NASA) menyebutkan “dunia” yang tersembunyi tersebut dinilai kurang  bukti atau dasar. Lembaga pemerintah Amerika Serikat itu justru menyatakan kabar itu sebagai berita bohong atau hoax internet. Sayangnya, banyak orang percaya, sehingga seolah membuat kabar itu nyata.

“Nibiru dan cerita lain mengenai planet yang mendekat adalah hoax internet. Benar-benar [Nibiru] tidak pernah ada,” jelas NASA sebelumnya.

Lowongan Pekerjaan
PT. Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
”Despacito” dan Nasib Lagu Sejenis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Damar Sri Prakoso, Program Director Radio Solopos FM. Alamat e-mail penulis adalah damar.prakoso@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah melarang pemutaran lagu Despacito di lembaga penyiaran publik…