KRI Diponegoro Para siswa TK di Semarang menyaksikan kapal perang KRI Diponegoro yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Selasa (8/8/2017). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
Selasa, 8 Agustus 2017 19:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Ratusan Siswa Serbu 4 Kapal Perang di Tanjung Emas

Kapal perang milik angkatan laut Indonesia dan Thailand bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Solopos.com, SEMARANG – Ratusan siswa sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK) terlihat menyemut di dermaga Pelabuhan Tanjung Emas, Selasa (8/8/2017) pagi. Mereka berebut untuk naik ke atas empat kapal perang yang tengah berlabuh di Kota Semarang itu.

Keempat kapal perang yang berlabuh di Pelabuhan Tanjung Emas itu, yakni KRI Diponegoro dan KRI Sultan Hasanuddin milik TNI AL dan kapal Khirirat serta Sukhotai milik Royal Thai Navy atau angkatan laut Kerajaan Thailand.

Keempat kapal itu bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas setelah menggelar latihan militer bersama di Laut Jawa sejak Rabu (3/8/2017). “Rencananya, keempat kapal perang ini akan berlabuh di Tanjung Emas sampai hari Jumat [11/8/2017],” ujar Perwira Pelaksana (Palaksa) KRI Sultan Hasanuddin, Mayor Laut Ludfy, saat dijumpai wartawan di KRI Diponegoro, Selasa.

Ludfy mengatakan selama bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, keempat kapal perang ini boleh dikunjungi oleh masyarakat umum. Masyarakat yang ingin naik tidak akan dipungut biaya sepeser pun dan diizinkan berfoto di atas empat kapal perang tersebut.

Meski demikian, lanjut Ludfy, ada beberapa ruangan di kapal yang terlarang untuk dimasuki oleh warga sipil apalagi diabadikan dengan kamera. Beberapa ruangan itu, seperti bagian komunikasi dan PIC.

“Tujuan kapal ini berlabuh di Kota Semarang salah untuk memberikan kesempatan kepada warga masyarakat merasakan sensasi naik kapal perang. Harapan kami, masyarakat yang naik kapal ini, terutama siswa SD dan TK, semakin mencintai negara Indonesia dan juga angkatan lautnya,” tutur Ludfy.

Kesempatan untuk naik kapal perang ini pun seakan tidak disia-siakan oleh  para siswa SD dan TK di Semarang. Sejak pagi, mereka bahkan rela berdesak-desakan untuk bisa naik ke geladag empat kapal perang tersebut.

“Bagus kapalnya. Ada roketnya. Kalau naik kapal sih pernah, tapi kapal perang baru ini,” tutur M. Andika Wicaksana, siswa Kelas VI SDIT Bunaya, Jangli, Semarang saat dijumpai Semarangpos.com di dek KRI Diponegoro.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Lowongan Pekerjaan
PT. KELOLA JASA ARTHA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Seni Rupa Solo dan Melindurisme

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (5/8/2017). Esai ini karya Halim H.D., seorang networker kebudayaan yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah halimhade@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Cara paling gampang untuk mengingat, apalagi dalam bentang sejarah, lihat saja jejak yang besar….