Ilustrasi uang tunai rupiah. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis) Ilustrasi uang tunai rupiah. (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)
Selasa, 8 Agustus 2017 20:20 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Polisi Periksa CCTV ATM yang Keluarkan Uang Palsu, Ini Hasilnya

Polisi telah memeriksa kamera pengintai atau CCTV untuk menelusuri celah pelanggaran prosedur dalam penempatan uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik bank pelat merah itu di Paseban, Bantul

 

Solopos.com, BANTUL- Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bantul AKP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, penyidik telah memeriksa kamera pengintai atau CCTV untuk menelusuri celah pelanggaran prosedur dalam penempatan uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik bank Mandiri di Paseban, Bantul oleh pihak ketiga.

Baca juga : UANG PALSU BANTUL : Siapa yang Menempatkan Upal di ATM?
Hasilnya, kata dia, dari rekaman tersebut tidak ditemukan penyalahgunaan wewenang atau kesalahan prosedur penempatan uang di ATM. Namun pihaknya terus menelusuri kemungkinan lain yang menjadi celah diselipkannya uang palsu ke dalam mesin ATM.

Polisi, kata dia, juga meminta keterangan ke perwakilan Bank Indonesia sebagai saksi ahli untuk memastikan apakah uang yang ditemukan warga Bambanglipuro berinisial S tersebut benar-benar palsu atau tidak. “Rencana [polisi] mau panggil ulang pelapor,” jelas Anggaito Hadi Prabowo.

Diberitakan sebelumnya, uang senilai Rp100.000 yang diduga palsu sebelumnya ditemukan S di ATM Bank Mandiri di Paseban Bantul. Uang tersebut lalu ia setor ke rekening isterinya melalui Bank BRI.

Saat dihitung menggunakan mesin penghitung uang, salah satu uang yang ia setor sobek dan dinyatakan palsu oleh teller Bank BRI. Kasus ini lalu dilaporkan S ke polisi agar dugaan kejahatan ini bisa dicegah serta tak ada lagi korban lainnya.

Otoritas Bank Mandiri sebelumnya menyatakan, uang itu disetor ke ATM oleh rekanan bank pelat merah tersebut yang disebut PT TAG. Terkait kasus temuan uang palsu yang telah dilaporkan ke polisi, Bank Mandiri sebelumnya menyatakan akan berupaya menyelesaikan masalah ini dengan korban S.

SMK MUHAMMADIYAH 04 BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
Seni Rupa Solo dan Melindurisme

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (5/8/2017). Esai ini karya Halim H.D., seorang networker kebudayaan yang tinggal di Solo. Alamat e-mail penulis adalah halimhade@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Cara paling gampang untuk mengingat, apalagi dalam bentang sejarah, lihat saja jejak yang besar….