Masjidil Haram Mekah, Saudi Arabia (JIBI/Solopos/Antara/Dok) Ilustrasi umrah di Masjidil Haram Mekkah, Saudi Arabia. (JIBI/Solopos/Antara/Dok)
Selasa, 8 Agustus 2017 06:22 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

PENIPUAN SLEMAN
Calon Jemaah Umrah Tuntut Dana Dikembalikan 100%

Penipuan Sleman dialami calon jemaah umrah.

Solopos.com, SLEMAN — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sleman tidak hanya menerima aduan dari calon jemaah umrah dari Biro Perjalanan Haji dan Umrah (BPHU) Naja saja. Namun, ada biro lain yang diadukan.

Baca Juga : PENIPUAN SLEMAN : Ingat, Konsorsium Hanya untuk Haji Khusus, Bukan Umrah

Salah seorang korban BPHU yang dilaporkan secara tertulis, Didi Setiawan berharap dana calon jemaah umrah yang terlanjut diberikan ke BPHU tersebut dikembalikan 100%.

“Intinya kami menuntut tanggungjawab dari pihak Naja,” katanya, Senin (7/8/2017).

Menurut dia, apa yang dilakukan BPHU itu tidak hanya merugikan calon jemaah umrah secara materi tetapi juga secara immateri. Calon jemaah hanya diberikan janji-janji tanpa direalisasikan.

“Rencana berangkat umrah mundur dari Maret sampai sekarang ini.Pastinya jemaah tidak hanya dirugikan secara materi,” katanya.

Didi sendiri rencananya berangkat umrah bersama isterinya. Dia juga sudah melunasi kewajiban untuk biaya yang diminta oleh biro itu sebesar Rp53,3 juta. Dia berharap, kasus ini menjadi pembelajaran bagi calon jamaah umrah lain ketika memilih biro umroh.

“Karena zaman sekarang banyak banyak kasus yang mengatasnamakan agama,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Rony Are mengatakan saat ini pihaknya sedang memproses laporan dari sejumlah calon jemaah umroh yang merasa tertipu oleh BPHU Naja. Saat ini, kasus tersebut dalam proses penyelidikan. Kasus tersebut dilaporkan pada 23 Mei lalu. Sementara, Direktur PBHU Naja Vinny Shinta Dewi sampai saat ini belum dapat dikonfirmasi.

PT. BPRS AL MABRUR KLATEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

Kolom

GAGASAN
”Despacito” dan Nasib Lagu Sejenis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (3/8/2017). Esai ini karya Damar Sri Prakoso, Program Director Radio Solopos FM. Alamat e-mail penulis adalah damar.prakoso@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah melarang pemutaran lagu Despacito di lembaga penyiaran publik…