Miyazawa Yumi (kedua dari kiri), asisten pengajar asal Jepang, memperkenalkan diri di hadapan guru-guru SMKN 6 Solo di aula sekolah setempat, Senin (7/8/2017). (Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos) Miyazawa Yumi (kedua dari kiri), asisten pengajar asal Jepang, memperkenalkan diri di hadapan guru-guru SMKN 6 Solo, Senin (7/8/2017). (Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos)
Selasa, 8 Agustus 2017 07:00 WIB Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos Solo Share :

PENDIDIKAN SOLO
Yumi, Pengajar Asal Jepang Bikin SMKN 6 Solo Heboh

Kedatangan asisten pengajar asal Jepang, Miyazawa Sumi, di SMKN 6 Solo membuat pelajaran bahasa Jepang menjadi heboh.

Solopos.com, SOLO—Yumi akan mengajar di SMKN 6 mulai Senin (7/8/2017) hingga Maret 2018 mendatang.

Ohayou gozaimasu…!” demikian sapa Yumi.

Sembari tersenyum, wanita itu menyapa guru-guru SMKN 6 Solo di aula sekolah setempat, Senin (7/8). “Selamat pagi!”

Sapaannya kembali dalam bahasa Indonesia barulah dijawab keras oleh para guru di ruangan tersebut. SMKN 6 Solo pada hari itu kedatangan tamu istimewa dari Negeri Sakura. Yumi akan menjadi asisten pengajar untuk guru mata pelajaran (mapel) bahasa Jepang hingga Maret 2018.

Tujuan program itu adalah menguatkan bahasa Jepang bagi siswa-siswi. Dalam sesi perkenalan dengan para guru, Yumi yang berasal dari Kota Nara itu mengatakan baru kali pertama datang ke Indonesia, khususnya ke Solo, Jawa Tengah.

Melalui program itu, ia turut memperkenalkan budaya Jepang kepada para guru maupun siswa-siswi di sekolah. “Saya juga ingin belajar banyak hal tentang Indonesia. Saya berharap Bapak dan Ibu guru di SMKN 6 bisa mengajarkan saya berbagai hal menarik tentang Kota Solo, Indonesia, khususnya budaya-budayanya,” urai dia.

Yumi berharap program yang diikutinya bisa menjadi jembatan penghubung yang baik antara Indonesia dengan Jepang. Ditemui wartawan seusai sesi perkenalan, Kepala SMKN 6 Solo, Ties Setyaningsih, menjelaskan kedatangan Yumi untuk menguatkan pembelajaran bahasa Jepang di SMKN 6 Solo.

Program tersebut diadakan Japan Foundation. SMKN 6 terpilih di antaranya karena sekolah tersebut memiliki program keahlian bidang bisnis dan pariwisata (bispar), teknologi, serta industri kreatif, yang mempelajari bahasa asing, salah satunya bahasa Jepang.

“Sebelumnya SMKN 6 memang telah mengikuti seleksi dan lolos sehingga guru dari Jepang tersebut yaitu Yumi sensei [guru] dihadirkan di sini. Dia akan mengajar para siswa bahasa Jepang serta kegiatan ekstrakurikuler tentang budaya Jepang. Yumi sensei akan mengajar 24 jam dalam sepekan,” terang Ties.

Yumi akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan di SMKN 6, di antaranya Jumat Literasi, termasuk talkshow dengan guru dan para siswa dengan bahasa Jepang.

lowongan pekerjaan
marketing, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…